Artikel Terbaru

Penyunatan Yesus

Penyunatan Yesus
1 (20%) 1 vote

Jelas sekali bahwa melalui mulut Simeon yang diterangi Roh Kudus, Lukas menerawang identitas dan misi Kanak-kanak Yesus itu, yaitu sebagai Mesias (ayat 26). Simeon melukiskan inti karya Yesus, yaitu Dialah keselamatan dari Allah (ay 30; bdk Yes 42:5-6), ”terang penyataan bagi bangsa-bangsa” (ay 32; bdk. Yes 42:6; 49:6) dan juga ”kemuliaan bagi Israel” (ay 32; Yes 46:13; 45:25). Simeon mengungkapkan bahwa Kanak-kanak Yesus adalah Mesias bagi segala bangsa. Keselamatan yang dibawa Yesus akan meliputi segala bangsa atau bersifat universal. Konsekuensinya, seluruh umat manusia harus menentukan sikap terhadap Yesus, pro atau kontra. Tidak ada sikap masa bodoh.

Simeon juga mengungkapkan kesatuan hati antara Yesus dan Maria. Jika Yesus menjadi tanda perbantahan, maka Maria akan selalu berada di dekat Yesus dan ikut serta merasakan penderitaan Putranya: ”suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri” (ay 35).

Ketiga, kehadiran nabi perempuan, Hana, menegaskan sekali lagi identitas dan misi Yesus. Hana menyatakan bahwa bayi Yesus itulah yang dinanti-nantikan oleh Israel, sebab Dia-lah Mesias yang akan melepaskan Yerusalem dari penindasan (ay 38).

Rahasia identitas dan misi Yesus luput dari kepandaian para ahli Taurat, orang Farisi, dan para imam, tetapi ditangkap dengan baik sekali oleh dua nabi yang hidupnya dekat Allah, yaitu Simeon dan Hana. Mereka berdua ”miskin di hadapan Allah” seperti halnya para gembala yang dikunjungi oleh para malaikat. Hanya orang-orang sederhana (miskin di hadapan Allah) yang berkenan kepada Allah.

Tiga kali dikatakan bahwa Simeon dibimbing oleh Roh Kudus (ay 25, 26, 27). Hana adalah nabi perempuan, artinya Roh Kudus juga membimbingnya. Maka, bisa dikatakan bahwa hanya dalam hati orang-orang yang miskin di hadapan Allah, Roh Kudus leluasa berkarya. Hanya orang yang dipenuhi dan dibimbing oleh Roh Kudus sanggup menangkap pernyataan diri Allah di tengah-tengah umat-Nya, di balik bungkus manusiawi. Roh Kudus mendorong orang-orang ini untuk ”melihat” melampaui apa yang kasat mata. Di balik bayi kecil yang tampak miskin, tak berdaya, dan mungil itu, Allah yang perkasa hadir sebagai Penyelamat.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber artikel Majalah HIDUP Edisi No. 52 Tanggal 26 Desember 2010

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*