Artikel Terbaru

Tritunggal dan Triteisme

Tritunggal dan Triteisme
1 (20%) 1 vote

Dalam analisanya atas teks bahasa Arab tersebut, Sa’id membedakan adanya tiga pihak, yaitu Mu’ayyid (yang meneguhkan), Mu’ayyad (yang diteguhkan) dan Mu’- ayyad bi-hi (sarana yang digunakan untuk meneguhkan). Kata pertama (Mu’ayyid) merujuk kepada Allah, yang berkata ”Kami perkuat Dia (Yesus).” Orang Kristen menyebutnya Allah Bapa. Kata kedua (Mu’ayyad) merujuk ke Yesus, dalam kodrat insaninya. Inilah Isa yang dirujuk oleh Alquran sebagai kalima artinya Sabda Allah dan oleh orang Kristen disebut sebagai Yesus atau Allah Putera. Kata ketiga (Mu’ayyad bi-hi) oleh Alquran jelas disebut sebagai Roh Kudus dan oleh orang Kristen disebut sebagai Allah Roh Kudus. Adanya tiga pihak itu juga bisa kita lihat pada, misalnya, Lk 1:35; 3:21 dan Yoh 14:16.

Keempat, pengamatan Sa’id Nafi Ilam itu bisa kita bandingkan dengan pengertian Gereja Katolik, yaitu bahwa adanya tiga pihak tersebut kita sebut sebagai tiga pribadi, tetapi ketiga pribadi itu tidaklah membentuk tiga Allah. Tentang relasi ketiga pribadi itu, Gereja Katolik mengajarkan bahwa dari Bapa berasal Putera. Putera ”dilahirkan” (Latin: generatio) dari Bapa dan bukan dijadikan. Karena itu Putera juga bersifat kekal, dan bukannya ciptaan. Istilah ”Bapa” dan ”Putera” di sini harus dimengerti secara analog. Artinya tidak bisa disamakan begitu saja dengan pengertian biologis. Dari Bapa dan Putera ”dihembuskan” (Latin: spiratio) Roh Kudus, melalui cintakasih mereka timbal-balik. Perjanjian Baru menyebut Roh itu sebagai ”Roh Bapa” (Mat 10:20) dan ”Roh Putera” (Gal 4:6). Roh Kudus dihembuskan dari keduanya.

Kelima, sebagai sarana untuk untuk mengerti, Santo Agustinus membandingkan adanya tiga Pribadi dalam satu kodrat Allah dengan pribadi manusia, yaitu bahwa manusia yang satu itu mempunyai tiga kemampuan, akal budi, kehendak, dan kasih.

Ketiganya bisa dibedakan dan tidak disamakan, tetapi ketiganya termasuk dalam satu pribadi manusia. Seringkali digunakan juga perbandingan yang mirip, yaitu adanya api yang mempunyai tiga kemampuan, yaitu panas, cahaya dan kekuatan, misalnya untuk menggerakkan lokomotif. Perbandingan-perbandingan ini bisa membantu tetapi tetap harus disadari bahwa tidak ada sarana bantuan yang duniawi ini mampu menggambarkan Allah secara sempurna.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber artikel Majalah HIDUP Edisi No. 16 Tanggal 20 April 2008

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*