Artikel Terbaru

Simpang Siur Bahtera Nuh

Sumber Ilustrasi: [adsoftheworld.com]
Simpang Siur Bahtera Nuh
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comDari bacaan pertama Misa harian yang diambil dari Kitab Kejadian, saya tergelitik untuk bertanya, apakah kisah tentang bahtera Nuh itu suatu kejadian sungguh ataukah bukan? Ada cerita-cerita tentang penemuan bahtera Nuh. Apakah penemuan ini benar? Bagaimana Nuh bisa menghimpun semua jenis binatang? Apakah dia menyeberangi lima benua dan menghimpun mereka? Mohon penjelasan.

Maureen Suciati, Tangerang

Pertama, semua kisah di atas berpusat pada Gunung Ararat, di mana bahtera Nuh terkandaskan (Kej 8:4). Gunung Ararat adalah sebuah gunung kecil yang panjangnya 13 kilometer, terletak antara Turki dan Armenia. Ada dua puncak utama, yaitu Ararat Besar di Utara yang tingginya 5.165 meter dan selalu tertutup salju. Puncak kedua ialah Ararat Kecil di Selatan yang tingginya 4.300 meter. Menurut legenda, bahtera Nuh bersama dengan kebun binatangnya terkandaskan di puncak Ararat Besar, yang sekarang termasuk bagian negara Turki.

Kedua, sepanjang sejarah, memang ada beberapa klaim yang menyatakan telah menemukan bahtera Nuh di Gunung Ararat. Yang pertama ialah St Jakobus, seorang rahib pada abad ke-VII Masehi. Menurut dia, ilham Ilahi telah memimpinnya untuk menemukan pecahan-pecahan kayu yang dipercaya berasal dari bahtera Nuh. Orang-orang Armenian menyimpan pecahan-pecahan kayu ini.

Sehari menjelang akhir abad ke-XVIII Masehi, seorang gembala dari desa kecil, Bayzit, di kaki Gunung Ararat, menyatakan menemukan bahtera yang aneh di gunung itu. Sampai sekarang, masih ada ekspedisi-ekspedisi ke Gunung Ararat.

Banyak klaim lain tentang penemuan bahtera Nuh. Misalnya, pada tahun 1892 oleh Dr Nouri, seorang diakon dari Gereja ritus Malabar. Selama Perang Dunia I, tahun 1916, Vladimir Roscovitsky, seorang pilot Rusia, menyatakan telah melihat sebuah bahtera di gunung itu. Catatan dan dokumentasi yang dihasilkan, hilang dalam Revolusi Rusia. Masih banyak klaim lain, misalnya Arleene Deihar (Januari 1945), George Greene (1952), Fernand Navarre (1955). Semua penemuan dan klaim ini tidak sampai pada pembuktian yang meyakinkan secara ilmiah.

Ketiga, para ahli Kitab Suci menyatakan bahwa sebenarnya Kej 8:4 tidak mengatakan bahwa bahtera Nuh terkandas di Gunung Ararat, tetapi di Pegunungan Ararat. Dan, menurut bahasa Kitab Suci, Ararat bukanlah nama sebuah gunung, melainkan nama sebuah negara seperti nama dalam rujukan-rujukan lain (2 Raj 19:37; Yes 37:38; Yer 51:27). Negara Ararat itu tak lain negara Armenia yang sekarang. Kitab Suci tidak menunjukkan secara jelas tempat kandasnya bahtera Nuh. Pegunungan di Armenia terbentang sepanjang 230 kilometer.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*