Artikel Terbaru

St Yohanes dari Kęty: Teolog dan Fisikawan Hebat

St Yohanes dari Kęty: Teolog dan Fisikawan Hebat
1 (20%) 1 vote

Suatu hari, Pater Jan bermimpi terjadi kebakaran besar di Kraków. Seisi kota itu dibumihanguskan oleh si jago merah. Tiba-tiba ia melihat St Stanislaus dari Kraków berpesan padanya, “Api itu akan pergi jauh dari Kraków bila umat segera bertobat dan meninggalkan dosa berat.” Sayang, mimpi itu dianggap banyak orang sebagai bualan belaka. Mereka mengira itu hanya taktik Pater Jan agar bisa kembali ke Kraków. Mereka butuh bukti tentang kebenarannya. Lewat kuasa Allah, ia menangkap seekor burung merpati dan melemparkannya ke tanah. Tiba-tiba merpati itu berubah menjadi ular besar yang sangat ganas dan siap memangsa siapapun yang mendekatinya. Mukjizat ular ini membuat banyak orang percaya. Setelah delapan tahun bertugas di Paroki Olkusz, ia kembali ke Universitas Jagiellonian sebagai Kepala Departemen Teologi.

Murah Hati
Selama hidup, Pater Jan dekat dengan kaum miskin, terutama di Kraków. Ia sangat menaruh hati kepada orang-orang tersingkir. Ia gemar bersedekah. Ia bagikan apa yang dimiliki. Ia tak malu makan bersama pengemis. Ketika para bangsawan Kraków mengundangnya makan, ia pun mengajak para pengemis ikut makan di rumah bangsawan itu. Para bangsawan hanya bisa menatap tanpa banyak kata.

Suatu hari Natal, Pater Jan bertemu tuna wisma yang menggigil kedinginan dalam perjalanan ke gereja. Ia tergerak untuk menolongnya. Ia melepaskan mantelnya dan memberikan kepada orang itu. Kala tiba di rumah, ia terkejut, sebuah mantel baru yang sama dengan mantel yang sudah diberikan tadi sudah tergantung di lemari pakaian.

Pater Jan menghabiskan masa tuanya dengan menulis risalah tentang Kitab Suci, Filsafat dan Fisika. Hingga kini masih tersimpan 26 karyanya di Perpustakaan Universitas Jagiellonian. Fisikawan penyayang kaum papa ini akhirnya wafat pada 24 Desember 1473 di Kraków pada usia 83 tahun. Jasadnya dimakamkan di Gereja St Anne, Kraków. Makamnya menjadi peziarahan bagi umat Katolik seluruh dunia. Ia dibeatifikasi di Roma oleh Paus Klemens X (1590-1676) pada 28 Maret 1676, berkat mukjizat yang dialami Sebastian Luzarek dan Jadwiga Paskówna. Sebastian menderita Tuberculosis (TBC), dan Jadwiga adalah gadis yang bergumul dengan demam hebat. Berkat doa melalui Pater Jan, mereka sembuh tanpa bisa dijelaskan secara medis.

Mukjizat ketiga dialami Marianna Gawlicka, yang mengalami demam tinggi; dan keempat dialami Antoni Oleksowicz, penderita tukak lambung (ulkus), luka pada lambung dan usus 12 jari. Mukjizat ini melapangkan proses kanonisasi Beato Jan. Ia dikanonisasi pada 16 Juli 1767 oleh Paus Klemens XIII (1693-1769). St Jan dari Kety dikenang tiap 24 Desember.

Yusti H. Wuarmanuk

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 20 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 15 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*