Artikel Terbaru

Asrama Putri St Angela Ruteng – Manggarai: Rumah Kedua Para Siswi

Asrama Putri St Angela Ruteng – Manggarai: Rumah Kedua Para Siswi
1 (20%) 1 vote

Rasa nyaman orangtua tidak terlepas dari pola didikan APSA yang fokus pada keunggulan akademik, pendampingan dan pembinaan karakter dan rohani. Menurut Sr Ensi, pendampingan dan konsep didikan APSA bersumber pada nilai, spiritualitas dan visi Ursulin. Visi itu termahktub jelas dalam visi asrama Ursulin; terbentuknya pribadi yang beriman, mandiri dan berkualitas dalam kasih persaudaraan Kristiani yang dijiwai semangat St Angela. Nilai-nilai itu diterapkan dalam pola kehidupan harian asrama.

Setiap Selasa-Jumat, putri-putri APSA mengawali hari dengan doa pagi dan Ekaristi di Gereja Paroki St Mikhael Kumba yang hanya sepelempar batu jaraknya. Setelah misa, mereka kembali ke asrama dan menikmati sarapan. Bagi siswi yang sekolah pagi, mereka pergi ke sekolah dan bagi yang sekolah siang mereka belajar. Pada Sabtu, mereka mengikuti misa sore.

Sepulang sekolah, mereka diwajibkan istirahat siang. Setelah itu mereka melakukan aktivitas sesuai dengan kalender harian APSA. Pada pukul 18:30 mereka mengikuti doa rosario harian. Setelahnya mereka makan malam dan kemudian belajar hingga lonceng jam tidu berbunyi. Tepat pukul 21:30, penghuni APSA mulai hening hingga pagi membangunkan mereka dari lelap.

Pada malam Minggu pertama dalam bulan, para penghuni APSA boleh bergembira ria dalam rekreasi. Sekali sebulan, mereka memiliki latihan koor tetap dan olahraga bersama. Untuk kunjungan tamu, APSA hanya mengijinkan pada hari Minggu dan hari raya.

Putri-putri APSA juga melibati pelbagai kegiatan sosial. Sekali sebulan mereka mengunjungi penjara dan panti asuhan. Acara kebersihan lingkungan, penanaman pohon juga dijajaki. Setiap Jumat atau Sabtu, mereka wajib membersihkan gereja Paroki Kumba. “Ini mengajarkan mereka untuk peduli pada sesama, lingkungan dan segenap ciptaan,” jelas Sr Ensi.

Rumah Kedua
Saat duduk di bangku SMP, Fransiska Afriani Anul merasa cemas dengan situasi kehidupan remaja yang serba bebas. Ia takut salah bergaul dan mengecewakan orang tua. Kala sedang bimbang, ia mendapatkan brosur APSA. Ia tertarik dengan cerita tentang APSA. Kakaknya yang juga alumni APSA menganjurkannya untuk masuk asrama ursulin itu.

Tanpa berpikir panjang, An, begitu ia disapa mendaftar ke APSA. Selama di asrama, ia merasakan manfaat yang luar biasa. Suasana persaudaraan, kegembiraan membuat rutinitas tidak lagi menjenuhkan. “Asrama memiliki jadwal piknik, rekreasi setiap malam Minggu, ziarah ketempat-tempat suci, serta kunjungan ke penjara, panti asuhan, dll. lebih dari itu di asrama begitu banyak teman-teman seperjuangan yang bisa memotivasi saya untuk melangkah hidup selanjutnya, nyambung kalau curhat dan bisa berbagi cerita,” curhat siswi kelas XI jurusan IPA SMAN I Ruteng ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*