Artikel Terbaru

Anak Gadis Bangun Kesiangan

Anak Gadis Bangun Kesiangan
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comDear Pengasuh, saya Rita, 45 tahun dari Surabaya. Saat ini saya merasa ada yang kurang dengan anak gadis kami. Sebagai perempuan, saya selalu berusaha menanamkan budaya bangun pagi kepada anak kami sejak kecil. Kalaupun ada situasi yang mengharuskan untuk tidur larut dan keesokannya bangun kesiangan, bisa saya maklumi. Namun anak gadis kami justru mau tidur larut bahkan tidur tepat pukul 22.00 malam pun tetap bangun kesiangan. Berbagai cara saya buat termasuk mengajak nya berkomunikasi, tetapi habitus itu terus berkembang, malahan semakin menjadi-jadi. Akibatnya, ia terlambat ke kampus dan semua kegiatan pun terlambat. Apa yang perlu saya buat untuk anak kami? Saya khawatir bila anak kami kelak menikah dan tidak mandiri dalam hidup. Terima kasih.

Rita, Surabaya

Rita yang terkasih, salam kenal. Siklus bangun dan tidur adalah salah satu dari circadian circle. Siklus ini terbentuk sejak masa kanak-kanak. Kalau siklus ini sudah terbentuk, seseorang akan mempunyai keteraturan dengan siklus bangun-tidurnya. Oleh karena itu pulalah seseorang bisa mengalami jetlag bila berada di zona waktu yang berbeda, karena circadian circle-nya masih belum berubah. Walaupun relatif menetap, circadian circle seseorang masih bisa berubah.

Selain circadian circle, perilaku tidur seseorang juga dipengaruhi kebutuhan tubuhnya untuk beristirahat. Karena dengan tidur, seseorang bisa mengistirahatkan diri sepenuhnya. Tubuh juga bisa melakukan perbaikan-perbaikan terhadap bagian tubuh yang terluka atau mengalami gangguan. Kebutuhan untuk tidur pada orang yang satu tidak sama dengan orang yang lain. Secara umum, waktu tidur yang dibutuhkan sekitar enam sampai delapan jam per hari. Ada yang membutuhkan lebih atau kurang dari itu. Kebutuhan tidur inipun berbeda pada setiap fase perkembangannya. Anak-anak membutuhkan tidur yang lebih lama daripada orang dewasa.

Dalam mengatasi masalah yang Ibu hadapi, Ibu bisa “memaksa” anak untuk membentuk circadian circle bangun-tidurnya. Caranya adalah, pertama, buat kesepakatan dengan gadis Ibu tentang jam berapa dia harus bangun di pagi hari. Kemudian, bangunkan dia sesuai jam yang sudah disepakati bersama. Kalau ini agak sulit, bila perlu membangunkannya satu jam sebelum kesepakatan, supaya ada toleransi waktu. Hal ini bisa dilakukan dengan membangunkannya secara langsung ataupun dengan menggunakan alat bantu, seperti alarm.

Membentuk circadian circle dari waktu mulai tidur akan lebih sulit, karena kalau tubuhnya belum membutuhkan tidur, ia akan mengalami kesulitan untuk mulai tidur. Apalagi kalau kemudian disertai stres atau kecemasan tidak bisa tidur. Dengan menetapkan waktu untuk bangun, maka jam untuk mulai tidur akan bisa diatur oleh kebutuhan tubuhnya sendiri untuk beristirahat, sehingga ketercukupan waktu untuk tidur akan bisa ditata oleh tubuhnya sendiri.

Hal lain yang juga mungkin berpengaruh pada masalah tidur sang putri adalah kebiasaan sebelum tidur. Kalau sebelum tidur, banyak melakukan kegiatan, seperti bermain game di depan komputer atau mengonsumsi makanan atau minuman yang merangsang keterjagaan, tidur pun akan sulit dilakukan. Bila ada hal seperti itu, kegiatan tersebut harus segera dihentikan supaya sang putri tidak mengalami kesulitan tidur.

Ada kemungkinan, masalah yang Ibu ceritakan di atas berkaitan dengan permasalahan kegiatan kuliah atau kegiatan lain yang dihadapi oleh sang putri, sehingga putri Ibu berusaha untuk menghindarinya, yaitu dengan datang terlambat ke tempat kegiatan. Misalnya saja, sebenarnya ia kurang menyukai bidang studinya atau sedang mengalami kesulitan dengan studi, tetapi ia tidak bisa mengutarakan pada orang lain atau tidak bisa menghindarinya. Maka salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah dengan datang terlambat untuk menghindari kegiatan tersebut. Untuk itu, Ibu perlu melakukan pendekatan dari hati ke hati dengan sang putri agar ia mau menceritakan masalah yang dihadapinya dan Ibu bisa membantu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Semoga membantu.

Drs George Hardjanta MSi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 19 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 8 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*