Artikel Terbaru

Vinea Dei Family: Yang Muda,Yang Hidup

Vinea Dei Family: Yang Muda,Yang Hidup
5 (100%) 1 vote

Gathering Vinea Dei Family “Jodoh di Tangan Tuhan”. [NN/Dok. Dokpen KWI]
Gathering Vinea Dei Family “Jodoh di Tangan Tuhan”.
[NN/Dok. Dokpen KWI]
Sebagian anggota lain ikut bergabung dengan Vinea Dei Family karena pasangan. Artinya, anggota yang sudah punya pacar kadang mengajak pasangannya untuk ikut bergabung. Dengan demikian, anggota komunitas juga bertambah dengan sendirinya. Misalnya, pasangan Fhury Cahyani dan Yulius Dinar Dwi Fitrianto. Dulunya mereka tahu informasi tentang Vinea Dei Family saat sedang mengikut rapat di gereja. Kebetulan Vinea Dei Family sedang mengadakan doa bersama. Semula hanya satu yang tertarik bergabung; akhirnya dua-duanya pun ikut sampai sekarang.

Keluarga Kedua
Rini mengatakan, hampir 90 persen anggota Vinea Dei Family berasal dari luar Yogyakarta. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswi yang sedang studi dan mereka yang bekerja di Yogyakarta. Maka sudah bisa dipastikan, komunitas ini diikuti oleh orang-orang dari berbagai macam suku. “Ada Jawa, Tionghoa, Dayak, Papua, dan lain-lain. Kami bersatu hati untuk bertumbuh dan melayani Kristus,” ujar Rini.

Mereka yang datang dari luar Yogyakarta bisa menjadikan komunitas ini sebagai keluarga kedua. Kalau sedang mengalami kesulitan, sesama anggota komunitas bahu-membahu mencari solusi. Rini mencontohkan, ketika ada rekan yang sakit, mereka beramai-ramai mengunjungi. Demikian juga saat satu di antara mereka sedang dirundung masalah, anggota yang lain bersedia menjadi tempat yang baik untuk berbagi.

Sasaran akhir kominitas ini adalah kasih Tuhan. “Setiap dari kita sudah dikasihi Tuhan dengan sangat baik. Kasih itulah yang diwujudkan dengan memperhatikan sesama saudara yang sedang mengalami masalah. Pada akhirnya, kita semua bisa merasakan berkat dan kasih Tuhan itu dalam pengalaman harian kita yang paling nyata,” ujarnya.

Usaha untuk berbagi kasih juga digalang lewat kegiatan rutin bernama care group. Kegiatan ini dilakukan setiap minggu di rumah salah seorang anggota. Dalam care group, kegiatan yang dilakukan adalah pendalaman firman. Untuk kegiatan ini, Vinea Dei Family menggunakan dana yang diperoleh dari kas, kolekte, maupun perpuluhan para anggotanya.

Selain care group, Viena Dei Family juga mengadakan family gathering dengan format layaknya persekutuan doa. Pada 18-21 Febuari lalu, Vinea Dei Family mengadakan Seminar Hidup Baru Dalam Roh Kudus (SHDR) di Jogja Paradise. Salah satu topik yang diangkat adalah “Jodoh di Tangan Tuhan?” Salah satu anggota Viena Dei Family, Fhury merasakan manfaatnya bergabung dengan komunitas ini. Dari rekan-rekannya, ia belajar bahwa persoalan hidup yang ia alami hanyalah sebagian kecil penderitaan yang dialami Tuhan demi menyelamatkan umat manusia. “Saya percaya ungkapan bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan ujian di luar kemampuan kita”.

Anna Marie Happy

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 41 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 9 Oktober 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*