Artikel Terbaru

KLH: Melayani Terapi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

KLH: Melayani Terapi untuk Anak Berkebutuhan Khusus
1 (20%) 1 vote

Pengurus Lovely Hands mewawancarai setiap keluarga yang datang untuk mengetahui status ekonominya. Hal ini dilakukan agar pelayanan tepat sasaran, sebab pendampingan komunitas ini benar-benar diperuntukkan bagi yang membutuhkan.

Lovely Hands tidak hanya fokus melayani ABK. Mereka juga memberikan pembekalan wawasan psikologi kepada orangtua. Pembekalan diberikan agar orangtua juga mampu memahami kondisi anak dan bisa memberikan pendidikan yang sesuai dengan kondisi anak-anak.

“Tak jarang ada orangtua yang susah menerima kenyataan bahwa anak-anak mereka adalah ABK. Maka kerjasama orangtua ABK sangat dibutuhkan. Mereka kami harapkan mau menghargai dan mencintai anak mereka sendiri,” kata Lanneke.

Para pengurus Lovely Hands dan Lanneke juga selalu berharap apa yang diajarkan kepada para peserta bisa menjadi sebuah misi bersama antara pengurus dan orangtua. “Kami berharap, para orangtua dapat memperlakukan anaknya seperti yang kami lakukan. Mereka juga harus sadar dengan hak dan kewajiban mereka untuk memenuhi kebu tuhan anak-anak mereka seperti kebutuhan anak normal.”

Salah satu orangtua ABK, sebut saja Wilhelmina (bukan nama sebenarnya) mengakui, berkat Lovely Hands, anaknya perlahan-lahan mengalami perubahan. Ada beberapa anak yang awalnya mengalami kesulitan membaca, kini bisa membaca dengan baik. Ada juga ABK yang takut ketika naik dan menuruni tangga. “Saking takutnya anak tersebut sampai mengompol di celana. Namun secara perlahan, para pendamping Lovely Hands mengajari anak itu. Hasilnya hari demi hari, anak tersebut sudah bisa naik turun tangga tanpa mengompol,” kisahnya.

Lanneke mengungkapkan, saat ini para pendamping Lovely Hands terus tertantang untuk memberikan pelayanan. Para pendamping harus bersabar dalam menumbuhkan keberanian kepada anak-anak. “Perhatian, pujian yang diberikan kepada anak bisa memberi pengaruh besar kepada ABK. Semakin kita banyak memberi perhatian, maka semakin cepat pula perubahan yang terjadi. Dengan perubahan itu, kita harapkan anak-anak Lovely Hands bisa mandiri,” pungkasnya.

Christophorus Marimin

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 18 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 1 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*