Artikel Terbaru

Yesus telah Menyelamatkan Saya

Yesus telah Menyelamatkan Saya
4 (80%) 1 vote

Suatu ketika, Putri menemukan pasangan sejenis yang cocok, sama-sama Katolik dan satu kampus. Sejak itu, Putri tak lagi berganti pasangan. Mereka menjaga hubungan baik satu sama lain seperti layaknya sahabat. Namun dengan kecenderungannya yang LGBT, Putri tidak berani terbuka. Putri pura-pura pacaran dengan laki-laki untuk menghindari kecurigaan keluarga dan teman-teman. Sama dengan Putri, Bunga pun menutup diri. Ia belum berani terbuka kepada keluarga dengan keadaannya.

Bunga menyadari ia LGBT, tetapi ia tidak berniat untuk berkonsultasi ke psikiater. “Pilihan untuk suka dengan sesama jenis itu pilihan kita sendiri,” ujar Bunga yang bekerja di salah satu cafe di Jakarta.

Putri dan Bunga tidak seperti Jaka yang berani terbuka. Meski memiliki kecenderungan LGBT, Jaka tidak mengalami banyak kendala karena di kampusnya banyak membahas soal seksualitas dan isu gender dalam mata kuliah. “Kampus saya cukup terbuka sehingga saya berani terbuka bahwa saya gay dengan teman-teman juga para dosen.”

Jaka mengungkapkan, banyak opini masyarakat yang memandang negatif LGBT. Menurutnya, orang-orang dikonstruksikan untuk tahu tentang yang baik dan yang tidak. “Pasangan laki-laki harus sama perempuan, perempuan harus sama laki-laki. Sementara ada beberapa orang yang tidak sesuai dengan hal itu. Mereka ada dan punya hak yang sama. Karena tidak sesuai dengan kriteria hal baik maka mereka terpinggirkan,” katanya.

Berharap Diterima
Jaka berharap Gereja dapat menerima kaum LGBT dengan tangan terbuka. Sampai sekarang, Jaka masih rutin ikut Misa tiap Minggu, demikian juga Bunga. Bagi Bunga, memuliakan Tuhan tetap menjadi nomor terpenting dalam hidup. “Saya butuh pendampingan para romo agar tetap dekat dengan Tuhan. Saya berharap umat jangan mengucilkan kaum LGBT. Kita semua sama. Jika tidak suka dengan kaum ini tidak apa-apa asal jangan dijauhi,” harapnya.

Awal 2015, Putri sempat bertemu dengan teman cowok SMA-nya dari Balikpapan. Temannya itu sedang mengambil cuti panjang. Putri kaget saat temannya mengajak menikah. Ia sadar, teman cowoknya tidak tahu kecenderungan sek sualnya. Tetapi ia tidak berniat memberitahu. Entah mengapa, lamaran dari teman itu memberikan rasa lain baginya. Putri menangis dan memikirkan hal itu. Tak tahan dengan beban pikirannya, ia memutuskan untuk berhenti berhubungan dengan sesama jenis. Ia berbicara dengan pasangan LGBTnya untuk berhenti dan pasangannya menerima keputusan itu. Putri pun mulai rajin ke gereja dan mengaku dosa di hadapan imam.

Dalam Tahun Kerahiman Allah ini, Putri merasa perlu untuk bertobat. Menurutnya, inilah momen tepat untuk bertobat. Kini ia sudah kembali menjadi hetero. “Tuhan Yesus telah menyelamatkan saya,” ujar Putri.

A. Nendro Saputro
Laporan: Edward Wirawan dan A. Aditya Mahendra

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 17 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 24 April 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*