Artikel Terbaru

LGBT, Kegelisahan di Tengah Masyarakat

LGBT, Kegelisahan di Tengah Masyarakat
1 (20%) 1 vote

Perempuan yang berpraktek pribadi sebagai psikolog di daerah Kayu Putih, Pulomas, Jakarta Timur ini beberapa kali mempunyai klien yang berkonsultasi mengenai kecenderungan LGBT. “Pendampingan yang saya berikan ketika berhadapan dengan mereka yang mempunyai kecenderungan LGBT, bagaimana mereka bisa mengelola diri, memaknai diri secara positif dan membantu mereka menyadari untuk tidak ‘mengikuti’ kecenderungan homoseksualnya yang pada gilirannya dapat menimbulkan ‘korban’ baru,” ujarnya.

Tidak Mengucilkan
Pendidikan seksualitas sejak dini sesuai tahap perkembangan seorang anak, menurut Ineke dan dr. Hendro Riyanto, perlu diberikan untuk membekali pengetahuan sesuai perkembangan fisik dan jiwanya. Hal ini menjadi salah satu hal yang bisa diupayakan untuk mencegah kecen derungan LGBT. Meskipun dr Hendro Riyanto mengatakan bahwa mengantisipasi kecenderungan LGBT sangatlah sulit, tetapi kita bisa mengetahui sejak awal untuk bisa memberikan dukungan.

Ineke dan dr Hendro Riyanto berharap masyarakat bisa bersikap biasa, bergaul seperti biasa dan tidak mengucilkan mereka. “Gereja mengatakan ini anak-anak kita, janganlah menolak mereka,” tandas Ineke.

Dokter Hendro Riyanto mengajak masyarakat untuk sadar betul bahwa siapapun tidak menginginkan hal ini terjadi. “Kita harus memberikan dukungan untuk melakukan pemeriksaan secara medis lebih dulu sampai para dokter atau ahli memberikan solusi yang terbaik.”

Kepala Poliklinik Utama St Vincensius Kristus Raja, Paroki Kristus Raja, Keuskupan Surabaya ini menegaskan, seperti ajakan Paus Fransiskus, kita tidak boleh memojokkan, mengucilkan atau mengejek mereka yang memiliki kecenderungan LGBT. “Kita mesti memberikan tempat kepada mereka untuk berkarir sesuai dengan kemampuan atau talenta mereka.”

Romo A. Benny Susetyo, dalam diskusi dengan Redaksi HIDUP mengungkapkan hal senada. Gereja Katolik tidak mengucilkan mereka yang memiliki kecenderungan LGBT. “Gereja tidak menghukum mereka dan menolak, tapi tidak membenarkan tindakan mereka. Mereka yang dengan sadar mau mencari Tuhan, ya tidak ditolak. Tapi praktek orientasinya tidak bisa diterima. Dalam Gereja Katolik, perkawinan sejenis tidak dilegalkan, tetapi mereka yang cenderung LGBT mesti tetap harus dicintai dan kita hormati,” kata Romo Benny.

Maria Pertiwi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 17 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 24 April 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*