Artikel Terbaru

Kristianto R M Naben SVD: Dirampok dan Disiksa di Tanah Misi

Kristianto R M Naben SVD: Dirampok dan Disiksa di Tanah Misi
3 (60%) 2 votes

Romo Cristiano mengunci gigi, menahan getir. Dia kembali ditendang. Mereka memasukkan kaos kaki ke dalam mulut Romo Cristiano, begitu penutup kepalanya dibuka. Mereka juga menempelkan besi panas di lengan kanannya. Sakit luar biasa. Setelah lengan kanan, giliran kaki kirinya ditempel besi panas. Paha bagian belakangnya juga dua kali disayat dengan pisau panas. Sang imam hanya bisa mengerang kesakitan.

“Tuhan, kapan mereka keluar dari sini?” tanyanya dalam doa sembari berlinang airmata.

Setelah ke pastoran, para perampok masuk ke dalam gereja. Perampok yang memegang revolver, mengawasi terus Romo Cristiano. Dia terdiam, ketika mereka kembali menanyakan keberadaan brankas. “Paaang!” popor revolver menghantam ubunubunnya. Telinganya seakan menjadi tuli. Matanya berkunang-kunang. Darah segar mengalir, membasahi wajahnya.

Perampok mengambil piala dan mencabut tabernakel. Pintu tabernakel mereka cungkil paksa, mengambil si bori, dan menghambur hosti yang telah dikonsekrir (diberkati) ke lantai. Tindakan penodaan yang amat biadab! Meski tak mendapatkan brankas, mereka berhasil memboyong kamera, dua laptop, gawai, piala, sibori, dan kalung emas milik Romo Danilo.pemberian ibunya sewaktu dia merayakan pesta emas tahbisan imamat.

Setelah beberapa jam, para perampok meninggalkan pastoran. Romo Cristiano bersaha bangkit dan melepaskan ikatannya. Dia menelpon umat yang tinggal tak jauh dari pastoran. Meski selamat, Romo Cristiano menjalani perawatan sangat serius. Luka-luka akibat siksaan bisa sembuh, tetapi trauma masih amat membekas. “Bertemu pemuda di jalanan, saya ketakutan. Mungkin mereka juga jahat,” tulis Romo Cristiano di dinding Facebooknya.

Salib Misi
Perampokan dan penyiksaan yang dialami imam yang ditahbiskan pada tujuh tahun lalu itu terjadi pada Minggu terakhir Prapaskah. Dalam refleksinya, Romo Cristiano mengungkapkan, kejadian yang menimpanya merupakan sedikit dari pengalaman salib Yesus. “Setelah pengalaman salib, selalu datang ke bangkitan. Bermisi di tengah dunia yang sakit, itu lah tantangan. Itu salib,” katanya.

Dalam salah satu perikop Kitab Suci, imbuhnya, Allah setia dan karena itu tidak akan membiarkan manusia dicobai melampaui kekuatannya. Romo Cristiano berhasil melewati satu fase pencobaan dalam hidup dan karyanya. Dia percaya, Tuhan memberi kekuatan untuk memulihkan diri dan kembali menjadi alatNya, untuk mewartakan damai dan cinta.

Bertepatan dengan Tahun Yubileum Kerahiman Allah, Romo Cristiano mengatakan, mengampuni para penjahat adalah salah satu jalan penyembuhan luka batin. Mengampuni bukan berarti melupakan perbuatan mereka, tapi menyembuhkan diri sendiri.

Yanuari Marwanto

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 17 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 24 April 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*