Artikel Terbaru

Makna Stigmata

Makna Stigmata
Mohon Beri Bintang

Keempat, Gereja menetapkan beberapa kriteria untuk menetapkan stigmata yang otentik, artinya bahwa Kristus memilih orang tertentu untuk bersatu denganNya dalam penderitaan jiwa ragaNya. Tempat luka menyerupai luka- luka Tuhan Yesus. Luka-luka itu terjadi bukan karena histeria atau hipnose. Darah mengucur dari luka itu dengan sendirinya meskipun tidak berhubungan langsung dengan pembuluh darah besar. Darahnya segar tanpa pembusukan atau nanah. Luka-luka itu tidak sembuh bahkan bisa bertahan bertahuntahun,
tanpa terkena infeksi. Pada beberapa kasus, darah yang mengalir tidak berbau amis, melainkan berbau wangi.

Para stigmatis kerap dapat ikut serta merasakan penderitaan Kristus secara luar biasa, mendapatkan pengalaman mistik, dan merasakan penghiburan melalui persatuan diri dengan penderitaan Kristus di salib. Mereka mengamalkan kebajikan kristiani dengan tekun dan mencintai salib secara istimewa. Para stigmatis yang otentik bersikap rendah hati dan tidak menonjolkan diri sendiri. Sering kali mereka tidak mengharapkan kemunculan stigmata sehingga berusaha menyembunyikannya agar tidak menarik perhatian orang lain.

Kelima, tidak banyak orang kudus dianugerahi stigmata. Stigmata bisa tetapi tidak otomatis menjadi tanda kekudusan. Rasa takjub muncul jika kita berhadapan dengan pribadipribadi yang mendapatkan karunia stigmata, tetapi stigmata bukan karunia yang harus diinginkan atau diminta. Yang lebih penting ialah kesediaan kita untuk ikut serta secara mendalam pada sengsara Tuhan melalui persatuan yang lebih mesra denganNya, baik melalui SabdaNya maupun sakramen-sakramen, terutama Sakramen Rekonsiliasi dan Ekaristi.

Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber artikel dari Majalah HIDUP Edisi No. 27 Tanggal 1 Juli 2012

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*