Artikel Terbaru

ET SD Kanisius Sengkan: Pendidikan Mental, Mendulang Juara

ET SD Kanisius Sengkan: Pendidikan Mental, Mendulang Juara
1 (20%) 1 vote

Selain mengikuti kejuaraan tingkat daerah, ETKS juga mengikuti kejuaraan tingkat junior yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa berbagai universitas di Yogyakarta seperti di Universitas Sanata Dharma, ETKS berhasil meraih medali perak dan perunggu dalam kejuaraan The Real Esta Challenge 2015. Pada tahun-tahun sebelumnya, mereka juga mengikuti kejuaraan di UPN Veteran, UNY Sunan Kalijaga dan berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu.

Pada November 2015, ETKS pernah mengikuti Kejuaraan Internasional di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Menghadapi kejuaraan itu, atlet-atlet cilik ETKS digembleng dengan lebih ketat. Di GBK, mereka bersaing dengan puluhan Dojo Taekwondo kategori junior yang datang dari beberapa negara. Anak-anak ETKS pulang dengan kepala tegak, mereka mendapatkan lima medali. Dua emas, satu perak dan dua perunggu. Ketika pulang dari kancah internasional itu, mereka disambut meriah di Sengkan. Prestasi ini adalah kado Natal yang indah bagi sekolah.

Via bercerita, rangkaian prestasi itu tidak muncul begitu saja. Kerja keras, komitmen, keteladanan serta dukungan semua pihak sangat dibutuhkan ETKS. Tiga kali seminggu, mereka rutin menggelar latihan. Jika mengikuti kejuaraan, latihan ditingkatkan lagi. Untuk setiap kejuaraan selalu diadakan seleksi, hanya atlet yang berada dalam kondisi siap akan diusulkan mengikuti kejuaraan.

Menerima Risiko
Dalam setiap latihan anak-anak ETKS harus siap berlatih keras. Namun, ada banyak manfaat yang didapatkan. Angelina Igma Vania misalnya. Siswi yang biasa disapa Angel ini mengaku, setelah bergabung dalam ETKS ia semakin pandai membagi waktu dan disiplin. Ia merasa ada keseimbangan antara prestasi akademik dan non akademik. “Keterlibatan saya di ETKS juga membentuk sikap satria, jujur, sportif dan rendah hati. Hal lainnya, mendapatkan banyak teman dari berbagai daerah,” kata siswi kelas VI SD Kanisius ini.

Angel mengakui Taekwondo adalah olahraga beladiri yang keras. Baginya, kena tendangan atau pukulan merupakan hal yang wajar. “Kena pukul atau kena tendang itu nggak sakit kok. Mungkin karena aku sudah mengikuti sejak kelas I SD, jadi sudah terbiasa.” Dalam Kejuaraan Internasional di GBK, Angel berhasil meraih medali emas.

Sama halnya dengan Cornelius Adeloide Jorell Atmaja, siswa kelas VI SD Kanisius. Sekalipun Jorell menyadari badannya kecil, namun nyali dan rasa percaya dirinya besar. Jorell ikut ETKS sejak kelas 1 SD dan puluhan medali telah berhasil diraihnya. “Taekwondo itu olah raga yang keras, namun bagi saya malah seru dan mengasyikkan. Bapakku pesan untuk tetap rendah hati meski berprestasi,” kata bocah yang bercita-cita ingin menjadi pastor ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*