Artikel Terbaru

Angelius Wake Kako: PMKRI Tak Melulu Politik

Angelius Wake Kako: PMKRI Tak Melulu Politik
1 (20%) 1 vote

Angelius Wake Kako [HIDUP/Yanuari Marwanto]
Angelius Wake Kako
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Sejak awal kepemimpinannya, dalam Pekan Orientasi Fungsionaris, Angelo juga mengajak setiap kader mengetahui orientasi pribadi masing-masing. Melalui metode ini, setiap kader diharapkan dapat mengeluarkan kemampuan terbaik, karena pembinaan yang diikuti berdasarkan orientasi bakat dan minat. Di tingkat cabang ada senior-senior pendamping yang membimbing kader untuk semakin matang. “Misal ada yang minat jurnalistik, ia akan didampingi oleh senior kita yang berprofesi sebagai jurnalis.”

Angelo paham, selama ini PMKRI selalu diasosiasikan sebagai organisasi yang lebih politik. Padahal PMKRI adalah organisasi persemaian kader untuk meningkatkan kemampuannya. PMKRI, kata Angelo menciptakan kader yang peduli pada keadilan dan kebaikan umum, serta peradaban. “Tidak semua kader untuk politik. Kalau kami pikir politik melulu tanpa berpikir menjadi akademisi, wiraswasta, dan lain-lain, maka kita akan hancur.”

Belum setahun memimpin PMKRI, ia mulai kewalahan. Pasalnya, cabang-cabang semakin aktif. Penerimaan anggota baru semakin menunjukkan grafik menanjak. Saat ini setiap minggu selalu ada pengiriman kader PP ke cabang, baik untuk pelatihan maupun pendampingan kader. “Kami kewalahan dengan geliat cabang, khususnya dari segi biaya. Tetapi ini adalah berita gembira kan?

Dilema
Angelo tak mengingat persis ihwal ia masuk ke PMKRI. Ingatan tentang perjalanannya di PMKRI hanya sampai di pintu Margasiswa Cabang Ende. “Ini aneh, saya memiliki ingatan yang tajam, namun ihwal saya masuk PMKRI tidak saya temukan hingga kini. Kadang saya berpikir, itu kerja Tuhan secara senyap.”

Di PMKRI ia langsung betah. Ia belajar serius tentang organisasi. Ia tidak pernah meninggalkan Margasiswa lebih dari tiga Minggu. Bagi Angelo, Margasiswa menjadi semacam pusat informasi dan diskusi. Itu sebab ia tak bisa lama-lama jauh dari Margasiswa.

Dua tahun menjadi anggota PMKRI, pada 2010, ada momentum Rakernas di Ende. Kedatangan para PP PMKRI ke Ende menggelitik hatinya. Angelo mengaku kagum dengan para pengurus pusat yang begitu luwes bersikap dan bernas dalam berpikir. Jauh di dalam hati ia membuat janji, “Suatu saat saya harus menjadi anggota PP dan ketua umum.” Ikhtiar itu merangsang Angelo kian giat belajar dan berproses di PMKRI.

Tak hanya aktif di PMKRI, Angelo juga aktif di Senat Mahasiswa Universitas Flores Ende, tempat ia menimba ilmu. Puncaknya, ia menjadi Presiden Mahasiswa pada 2011. Pada tahun yang sama, ia menjadi pengurus Dewan Pimpinan Cabang Ende dan terpilih sebagai Ketua Presidium PMKRI Cabang Ende pada 27 Oktober 2012. “Saya ingat itu terjadi pada hari Minggu jam empat sore,” kenang bungsu dari sembilan bersaudara ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*