Artikel Terbaru

St Nimatullah Youssef Kassab Al-Hardini (1808-1858)

St Nimatullah Youssef Kassab Al-Hardini (1808-1858)
3.7 (73.33%) 3 votes

Nimatullah suka meditasi, doa, dan adorasi kepada Sakramen Mahakudus siang dan malam. Di dalam biara, ia dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana dan setia menghidupi kaul kebiaraannya. Rekan-rekan rahibnya menyebutnya Santo. Salah satu muridnya yang di kemudian hari juga menjadi santo adalah Charbel Makhlouf (1828-1898).

Nimatullah wafat di Biara Kfifan pada 14 Desember 1858. Ia berpulang setelah selama sepuluh hari menderita demam tinggi. Ia terbaring kaku sambil memegang gambar Santa Perawan Maria. Kalimat terakhir yang diucapkannya sebelum meninggal, “Oh… Perawan Maria di dalam pelukanmu kuserahkan jiwaku.” Setelah kematiannya, cahaya terang terus memancar dari ruangannya dan bau harum semerbak memenuhi ruangan tersebut selama berhari-hari.

Ketika para rahib membuka kubur Nimatullah, mereka terkejut karena menemukan jasadnya masih utuh. Jasad Nimatullah dipindahkan dan ditempatkan di dalam sebuah peti di dekat gereja. Atas izin otoritas Gereja setempat, pada 1864-1927 para peziarah diperbolehkan melihat jasad utuh Nimatullah.

Moussa Saliba, seorang buta dari Kota Btegrin, Mickael Kfoury dari Kota Watta El-Mrouge, dan Andre Najm adalah orang-orang yang merasakan rahmat penyembuhan dari Santo Nimatullah Youssef Kassab Al-Hardini. Banyak orang disembuhkan dari kebutaan, kelumpuhan, penyakit saraf, penyakit kanker, dsb.

Penyelidikan mukjizat dengan perantaraan Nimatullah Youssef Kassab Al-Hardini dilakukan oleh Gereja Katolik. Gereja tidak bisa berbuat banyak, kecuali mengakui kekudusan rahib ini. Akhirnya, ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada 10 Mei 1998 dan pada Minggu, 16 Januari 2004, gelar Santo dianugerahkan kepadanya.

Johannes Sutanto de Britto

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*