Artikel Terbaru

PS Providentia Dei: Sumbang Suara, Pupuk Persaudaraan

PS Providentia Dei: Sumbang Suara, Pupuk Persaudaraan
Mohon Beri Bintang

PS Providentia Dei saat latihan. [NN/Dok. Providentia Dei]
PS Providentia Dei saat latihan.
[NN/Dok. Providentia Dei]
Usia anggota yang ikut dalam konser pun variatif, antara 25 tahun hingga 60 tahun. Konduktor sekaligus Pelatih PS Providentia Dei, Albertus Wahyu Daryono mengatakan, “Anggota PS Providentia Dei dari berbagai tingkat usia. Meski ada anggota yang sudah tidak muda lagi, kemauan untuk belajar bersama sangat tinggi. Mereka tetap bersemangat dan mau berusaha seperti anggota-anggota yang masih muda,” kata Berto.

Memang, tentang umur bukan soal bagi PS Providentia Dei. Sepanjang perjalanannya, perkumpulan ini sudah beranggotakan umat dari berbagai kalangan usia. Keanekaragaman usia ini seakan semakin memperkaya PS Providentia Dei. Kualitas suara yang lahir dari dari keberagaman ini mampu menciptakan harmoni yang khas.

Pupuk Persaudaraan
Menurut Ketua PS Providentia Dei, August Handoko, komunitas ini tak hanya semata berlatih untuk pandai bernyanyi. Lebih dari itu, yang ingin mereka semai adalah rasa persaudaraan antaranggota. Selain lewat tampil bersama sebagai petugas kor di Paroki Cilandak, sambung rasa sebagai satu saudara juga dibangun lewat pergi bareng. Mereka selalu mengagendakan supaya sekali setahun selalu ada waktu
untuk jalan-jalan bersama. Biasanya di setiap tempat yang dikunjungi, mereka selalu mengambil kesempatan ikut menanggung kor di paroki yang mereka singgahi.

Handoko meyakini bahwa ketegaran PS Providentia Dei mengarungi usia 30 tahun bukan semata karena bisa bernyanyi. Yang mengikat mereka untuk terus mempersembahkan suara-suara indah bagi Tuhan dan Gereja adalah rasa persaudaraan. Saat ini, jumlah anggota Paduan Suara Providentia Dei sekitar 40 orang. Tiap kali latihan, kurang lebih ada 25 anggota yang hadir. “Kita tidak mematok berapa orang yang harus hadir atau ikut bertugas saat giliran tugas di gereja. Karena anggota kita juga ada yang yang bekerja sehingga pasti selalu ada kesibukan lain,” urai Handoko.

Awal Mula
Cikal bakal Paduan Suara Providentia Dei adalah Kor Abbamama. Kelompok kor ini merupakan gabungan dari beberapa umat Lingkungan di Paroki Cilandak, seperti Lingkungan Antonius, Lingkungan Bernadette, Lingkungan Markus, dan Lingkungan Marfati. Awalnya, Kor Abbamama diketuai almarhum Adi Nugroho.

Seiring berjalannya waktu, kelompok ini berganti nama menjadi PS Providentia Dei. Nama ini diambil dari kata bahasa Latin yang berarti penyelenggaraan Ilahi. Misi yang diemban adalah melayani Tuhan melalui pujian-pujian lagu liturgis di gereja. Jiwa pelayanan ini kemudian disimpul dalam moto sing for god, joy, and friendship. Semboyan inilah yang saban tahun memantik para anggotanya untuk
mempersembahkan suara-suara emas lewat kor di Gereja St Stefanus Cilandak.

Agar kemampuan anggotanya kian terasah, tiap tiga bulan sekali PS Providentia Dei mengadakan coaching clinic. Biasanya coaching clinic diadakan di rumah salah satu anggota, mulai dari pukul 09.00 hingga 15.00. Waktu tersebut mereka gunakan untuk melatih teknik bernyanyi dan berlatih menyanyikan lagu-lagu baru. Sembari itu, mereka juga bisa menggunakan sebagai momentum untuk saling kenal lebih dekat antara anggota yang satu dengan yang lain.

Christophorus Marimin

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 42 Tanggal 20 November 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*