Artikel Terbaru

Kreativitas Pastoral Mengamalkan Pancasila

Uskup Agung Jakarta dan Uskup Ordinariat Militer Indonesia Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo saat ditemui di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Cut Meutia Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 9/11.
[HIDUP/Y. Prayogo]
Kreativitas Pastoral Mengamalkan Pancasila
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comBerbagai kegiatan untuk mewujudkan Ardas KAJ 2016-2020 digalakkan umat. Wujud nyata pengamalan Pancasila untuk merawat ideologi negara dan bangsa Indonesia.

Untuk melaksanakan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (Ardas KAJ) 2016-2020, beberapa paroki di KAJ telah membuat program kerja. Beberapa kegiatan ditujukan sebagai bentuk pengamalan Pancasila. Namun ada juga beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan di paroki atau yang dibuat oleh umat yang tidak diusulkan dalam Rencana Strategis ke Dewan Karya Pastoral KAJ. Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo berkenan menanggapi fenomena ini dalam wawancara dengan Majalah HIDUP di Wisma Keuskupan, Jumat, 27/5. Berikut petikannya:

Apa tanggapan Monsinyur dengan kegiatan sosial kemasyarakatan di paroki-paroki yang belum diusulkan sebagai bentuk program pengamalan Pancasila dalam Rencana Strategis Ardas KAJ?

Ada dua hal yang perlu diperhatikan sebagai wawasan. Kalau melihat logo Tahun Suci Kerahiman Allah universal aslinya terdapat slogan “Hendaklah Kamu Murah Hati seperti Bapamu yang Murah Hati”, sedangkan di KAJ diganti menjadi “Kerahiman Allah Yang Memerdekakan” dan diberi tambahan “Amalkan Pancasila”. Tema “Amalkan Pancasila” ini adalah program lima tahun Ardas KAJ 2016-2020. Selama lima tahun ke depan umat KAJ diajak untuk merealisasikan tema tersebut.

Untuk tahun 2016 ini, kita baru menapaki proses merenungkan Sila Pertama. Untuk Tahun 2017 nanti, kita akan mulai dengan Sila Kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab” tanpa mengesampingkan sila-sila yang lain.

Dalam Ardas ini kita ingin tidak membatasi atau memberi petunjuk ini itu. Petunjuk itu, zaman feodal. Zaman sekarang, istilah yang mestinya dikembangkan adalah “Kreativitas Pastoral” atau kalau Paus Fransiskus sering menyebutnya “Fantasi Pastoral”.

Kreativitas Pastoral ini bisa menjawab, bahwa berbagai kegiatan yang tidak dimasukkan ke Rencana Strategis Ardas tetap bisa dilaksanakan. Untuk evaluasinya, kita juga tidak akan mendasarkan pada komunitas yang sudah memenuhi petunjuk atau belum. Tetapi kalau umat mempunyai pertimbangan sendiri dalam mewujudkan kreativitas pastoral itu lebih baik.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*