Artikel Terbaru

Kreativitas Pastoral Mengamalkan Pancasila

Kreativitas Pastoral Mengamalkan Pancasila
1 (20%) 1 vote

Sebenarnya, apa yang Monsinyur harapkan dari tema Ardas “Amalkan Pancasila” ini terhadap keadaan bangsa Indonesia ke depan?

Saya selalu mengatakan bahwa gagasan untuk memasukkan Pancasila ke dalam Ardas itu muncul dalam temu Pastoral bulan Juni-Juli tahun lalu yang membicarakan tentang kebangsaan. Lalu dalam pembuatan Ardas ini saya munculkan kembali. Kenapa kita tidak memunculkan Pancasila kalau memang kita mau omong tentang kebangsaan.

Pancasila adalah pilar utama negeri kita, ada dalam pembukaan UUD1945 yang tidak boleh diubah-ubah. Kini nilai-nilai Pancasila jarang dibicarakan. Maka kita ingin menghidupkan kembali kesadaran umat Katolik sebagai warga Gereja Katolik dan warga Negara Indonesia untuk ingat Pancasila.

Dari sudut iman, saya selalu merenungkan dalam ibadat malam Paskah yang panjang karena ada sekian banyak bacaan. Sebetulnya ada tujuh, tetapi kita hanya boleh memilih tiga. Salah satu yang harus dipilih adalah bacaan dari Kitab Keluaran tentang pembebasan umat Allah. Kisah ini dari tahun ke tahun selalu diceritakan dari bapak ke anak, dari anak ke cucu, sehingga menjadi sebuah “ingatan bersama”.

Peristiwa itu menjelaskan bahwa umat Israel berhasil mengatasi segala macam krisis sesuai yang dikisahkan dalam Alkitab. Dalam perang dunia kedua, banyak orang Israel dibunuh. Tetapi krisis itu bisa mereka atasi, karena “ingatan bersama” itu. Ini menjelaskan bahwa ingatan bersama itu penting.

Bila diterapkan dalam konteks bangsa Indonesia?

Negeri kita juga mengalami hal yang sama seperti sejarah bangsa Israel dalam Alkitab. Proklamasi kemerdekaan diawali dengan peristiwa Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1908. Sejarah pembebasan itu harus diingat. Ingatan bersama kita sebagai bangsa mulai dari situ. Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, dan itu semua terus bergulir sampai lahirnya Pancasila dan Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Tonggak sejarah ini harus kita ingat selalu. Kalau tidak, bahaya sekali sebab ada bangsa-bangsa dan suku-suku yang diceritakan dalam Kitab Suci Perjanjian Lama yang akhirnya hilang.

Di Indonesia ini dahulu pernah berdiri Kerajaan Majapahit. Tapi kerajaan itu akhirnya hancur dan hilang. Apakah Indonesia juga akan hilang? Ya jangan sampai Indonesia ini seperti Majapahit, Mataram, dan Sriwijaya yang akhirnya hilang.

Kalau dahulu umat Allah Perjanjian Lama bisa bertahan menghadapi krisis karena punya ingatan bersama, mestinya bangsa kita juga punya ingatan bersama yang harus kita rawat yaitu Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan Pancasila yang menjadi Roh dalam seluruh UUD 1945.

Dalam rangka peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni ini, apakah KAJ membuat acara khusus?

Romo Harry Sulistyo dari Komisi Komunikasi Sosial KAJ, dalam rangka itu di jejaring media sosial telah mengajak umat untuk memasang Garuda Pancasila di rumah masing-masing. Bunyi pesannya: “KAJ mengajak: Ayo kita rayakan lahirnya Pancasila 1 Juni dengan gerakan Pasang Garuda Pancasila di rumah masing-masing”. Baik juga kalau ajakan ini dilaksanakan oleh umat.

A. Aditya Mahendra/A. Nendro Saputro

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 23 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 5 Juni 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*