Artikel Terbaru

Harmoni di Tanah Pancasila

Harmoni di Tanah Pancasila
1 (20%) 1 vote

Tenaga pengajar di Lovely Hands dilayani enam volunter tetap. Kadang ada tambahan volunter dari umat Paroki Danau Sunter. Lanneke berharap, keberadaan Lovely Hands bisa membantu ABK dalam pengembangan potensi diri yang dimiliki. “Dengan keterbatasan yang mereka miliki, ada potensi yang bisa dikembangkan. Kesulitan dari segi ekonomi sering kali membuat anak-anak ini tidak mendapat penanganan yang pas,” ujarnya.

Bagi Lanneke pelayanan Lovely Hands ini bisa dikatakan sebagai pelayanan yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Pasalnya pelayanan mereka tidak memandang suku, agama dan kepercayaan. Lanneke pun berharap Lovely Hands bisa semakin berkembang, tidak hanya ada di Paroki Danau Sunter, tetapi juga di paroki-paroki di seluruh KAJ.

Koperasi Pemersatu
Jika Lovely Hands menjadi tangan kasih bagi ABK, koperasi Credit Union Bina Seroja (CUBS) menjadi rumah pemberdayaan. Benidektus Edy Purwantoro, Ketua Pengurus CUBS menegaskan, CUBS merangkul semua anggotanya tanpa membatasi golongan atau kepercayaan tertentu.

CUBS bermula dari Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki St Antonius Padua Bidaracina yang memberikan dana pinjaman kepada umat kurang mampu. Ternyata ada umat yang tidak mengembalikan pinjaman dengan jumlah utuh. Berlatar pengalaman itu, PSE berikhtiar mendirikan koperasi. Pada 10 Agustus 1985, CUBS resmi berdiri dengan moto “Melayani untuk Kesejahteraan Anggota.” Mulanya para pengurus memberikan pelayanan di emperan Gereja Paroki Bidaracina. Koperasi berkembang pesat. Hal itu tampak pada pendirian sebuah gedung pusat CUBS di Jl Arus No. 11 Dewi Sartika, Jakarta Timur.

Menurut Beni, begitu ia disapa, gedung itu menjadi tanda kekuatan CUBS. Pasalnya, tahun itu Indonesia mulai didera krisis moneter global. Sejak itu minat orang masuk CUBS semakin tinggi. Tak hanya umat Katolik, tetapi juga masyarakat umum. Saat ini anggota CUBS berjumlah sekitar enam ribu orang. “Dua per tiga anggotanya adalah saudara kita yang Muslim,” ujarnya.

Beni, menilai hal itu sebagai refleksi landasan dan prinsip CU yang tidak eksklusif. Ia juga menambahkan, dalam Anggaran Dasar CUBS tidak membatasi soal etnis atau agama. “CUBS merupakan gerakan koperasi kredit yang memberdayakan ekonomi kerakyatan,” tegas pria berpangkat letnan kolonel ini.

Anggota CUBS biasa meminjam untuk berbagai keperluan mulai dari pendidikan hingga usaha. Presentasi keberhasilan usaha anggota sangat tinggi. “Dari hasil pantau melalui cara agunan, kita melihat anggota CUBS sukses berusaha.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*