Artikel Terbaru

Rosario Merah Putih, Gereja Berpancasila

Rosario Merah Putih, Gereja Berpancasila
1 (20%) 1 vote

Irene Deciany, panitia launching RMP mengatakan, sosialiasi dan pelatihan membuat RMP mengundang utusan Seksi Liturgi Paroki dan kelompok-kelompok kategorial. Sekitar 125 RMP dibagikan kepada tiap paroki sebagai contoh. “Diharapkan paroki memfasilitasi membuat lebih banyak RMP saat launching di paroki masing-masing,” ujar Irene.

Peluncuran tingkat KAJ diadakan di Gereja St Perawan Maria Diangkat ke Surga Katedral Jakarta. Diawali dengan perarakan leaflet RMP dan Patung Bunda Maria dari depan Wisma Keuskupan ke gereja. Dilanjutkan pembacaan arti RMP oleh Ketua Komisi Liturgi KAJ, RD H. Sridanto Aribowo Nataantaka. Setelah itu, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo memberkati dan me resmikan RMP.

Launching RMP juga dihelat di seluruh paroki KAJ. Di Paroki St Laurensius Alam Sutera, Kepala Paroki Alam Sutera, Romo Yohanes Hadi Suryono membuka gerakan RMP dengan ibadah di Gua Maria Penuh Rahmat paroki itu. Pada perhelatan ini Patung Bunda Maria diarak ke dalam gereja bersama Bendera Merah Putih dan Rosario Merah Putih.

Begitu pun yang terjadi di Paroki St Antonius Padua Bidaracina, Jakarta Timur. Peresmian gerakan RMP digaungkan dalam Misa. Seksi Liturgi Paroki membuat RMP bekerjasama dengan Orang Muda Katolik (OMK), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), dan Legio Mariae. Mereka berhasil membuat sekitar 450 rosario. Rosario itu dibagikan kepada umat yang hadir di depan pintu gereja. Umat antusias, lapak panitia RMP di dekat gereja juga selalu ramai dikunjungi umat.

Sebagai penanda gerakan “Amalkan Pancasila”, RMP diharapkan membangun kesadaran umat akan perannya sebagai anggota Gereja dan warga negara Indonesia. Lewat membuat RMP bersama keluarga, komunitas dan Lingkungan, umat saling berbagi sebagai sesama anggota Gereja dan anak bangsa.

Pada Minggu-Sabtu, 17-23 April, Legioner Paroki Hati Kudus Kramat, Jakarta Pusat didaulat Pastor Kepala Paroki, Romo Yustinus Agung Setiadi OFM untuk membuat RMP. Legio Mariae lalu mengundang Persekutuan Doa Pembaruan Karismatik Katolik (PDPKK) Paroki Kramat, Komunitas Kontemplasi Meditasi Kitab Suci (KDMS), WKRI, Misdinar dan Lektor, serta Suster Carolus Borromeus (CB) Kramat mengadakan pelatihan membuat RMP. Hasilnya, sekitar 625 rosario dibuat dan dibagikan ke umat.

Fransisca Happy, Legioner Paroki Kramat mengaku, capek, pegal dan bosan membuat RMP. Butuh kesabaran merajut manik-manik di benang atau kawat. Ini sarana belajar. “Tapi ada nikmatnya, kami ingin mengabdi Tuhan lewat Bunda Maria. Ini sesuai dengan spiritualitas Legioner,” tegasnya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*