Artikel Terbaru

Rosario Merah Putih, Gereja Berpancasila

Rosario Merah Putih, Gereja Berpancasila
1 (20%) 1 vote

Selaras dengan ini, Dewan Paroki Alam Sutera menggandeng Legioner Paroki mengkoordinir pembuatan RMP. Awalnya, Legioner menyediakan 100 set bahan Rosario. Dana awal yang di siapkan adalah 2,5 juta, selebihnya ditutup sumbangan sukarela umat. Eviyani Benawar, Wakil Ketua Legio Mariae Pre sidium Regina Caeli sekaligus instruktur pembuatan RMP mengatakan, “Ini kebersamaan luar biasa. Kami mendapat ke puasan batin bisa membuat RMP. Rosario erat dengan Bunda Maria, dan Legioner adalah Laskar Maria.”

Hampir tiap Minggu selama April, Legioner yang sudah mahir membuat RMP mengajarkan pada umat. Tentu membuat banyak Rosario membutuhkan banyak bahan, seperti salib, pengait, manik-manik, mutiara dan Kristal, serta tali kenur. Semua bahan diperoleh dari toko.

Laskar Merah Putih
Selain Legioner dan orang tua, anak-anak sekolah pun berjibaku membuat RMP. Bernadete Marita Tanaga, Kepala Sekolah SD St Maria Juanda mengatakan, RMP menjadi gerakan bersama persekolahan St Maria. Saat launching perdana di Paroki Katedral, 45 anak kelas 4 SD St Maria ikut berpartisipasi dalam acara itu, bahkan empat anak didaulat menjadi pemikul leaflet dan patung Bunda Maria. Ini menjadi berita gembira bagi anak-anak. “Mereka senang karena diberi kepercayaan memakai seragam putih-putih, berdasi merah putih, berarak sambil membawa RMP,” ujar Marita.

Kisah ini menyentuh hati anak-anak, Marita mengaku, setelah launching, anak-anak mendesak para guru untuk membuat RMP. Pihak sekolah lalu mengadakan pelatihan membuat RMP bagi mereka.

RMP mendatangkan rasa penasaran di hati para guru dan murid Sekolah St Belarminus Menteng, Jakarta Pusat. Para guru sudah menanggapi ajakan ini, mereka menyiapkan bahan Rosario, mencetak kertas doanya dan menyediakan salib untuk RMP. Sr Magda, Pelaksana Tuga Harian Kepala Sekolah, bahkan turun tangan, mengajari para guru untuk membuat RMP. Setelah itu, para guru mengajari anak-anak.

Yusti H. Wuarmanuk
Laporan: Marchella A. Vieba, Yanuari Marwanto

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 21 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 22 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*