Artikel Terbaru

Kawan Lama Indonesia-Vatikan

Kawan Lama Indonesia-Vatikan
1 (20%) 1 vote

Relasi dua negara ini terjalin kian hangat. Dalam satu kesempatan, Mgr d’Ardoye bertemu dengan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Pertemuan itu menghasilkan undangan agar Takhta Suci membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia. Akhirnya, Internunsiatur Apostolik didirikan di Jakarta pada 16 Maret 1950 dengan Internunsius pertama Mgr d’Ardoye. Sementara pada 25 April 1950, pemerintah Indonesia menugaskan Sekretaris Suyoto Suryodipuro dan Atase Suryono Sastrowardoyo berangkat ke Vatikan. Lima hari berselang, Sukardjo Wirjopranoto diangkat sebagai Duta Besar Pertama Indonesia untuk Vatikan. Ia bertemu Paus Pius XII pada 25 Mei 1950.

Sejak 7 Desember 1965, status hubungan diplomatik Vatikan-Indonesia diubah menjadi Nunsiatur Apostolik dengan Pro Nunsius pertama Mgr Salvatore Pappalardo. Nunsius Apostolik ini tak sekadar berfungsi sebagai Delegatus Apostolik, tetapi juga memerankan fungsi diplomatik resmi dengan otoritas sipil.

Dalam catatan sejarah, sampai kini tercatat telah ada 19 Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan. Sementara Paus telah mengirimkan 14 dutanya ke Indonesia. Saat ini, duta Paus di Indonesia itu diemban oleh Uskup Agung Tituler Sutrium Mgr Antonio Guido Filipazzi.

Dialog agama
Hubungan diplomatik Vatikan-Indonesia sangat khas, berbeda dengan hubungan diplomatik dengan negara lain. Ini merupakan relasi Vatikan sebagai pusat Gereja Katolik dunia dengan Gereja Lokal Indonesia. “Kehadiran Nunsiatura sebagai representasi Takhta Suci bagi Gereja Katolik Indonesia,” tegas Mgr Filipazzi. Perhatian Paus Fransiskus, lanjut Mgr Filipazzi, terhadap Indonesia sangat besar. “Ia sangat kagum, meskipun Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, umat beragama lain masih bisa hidup berdampingan dengan damai.”

Hal yang sama ditegas Paus kala bersua dengan Duta Besar Indonesia untuk Vatikan Antonius Agus Sriyono. Paus menyampaikan dukungan bagi peningkatan dialog antarumat beragama di Indonesia. “Bukankah kita adalah anak-anak Abraham,” ucap Paus Fransiskus.

Y. Prayogo

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 16 Tanggal 17 April 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*