Artikel Terbaru

Fernandes Tekape Jekson: Bayangan di Dunia Malam

Fernandes Tekape Jekson: Bayangan di Dunia Malam
1 (20%) 1 vote

Keteguhan sikap dan pendirian Jack yang tak terbuai oleh beranekaragam godaan itu pun diakui oleh sang istri. Vina amat yakin, pria yang menjadi pendamping hidupnya sejak empat tahun lalu itu bisa menangkal berbagai rayuan iblis. Entah apa yang membuat dia begitu yakin bahwa kelakuan suaminya lempeng. Kepercayaan Vina kepada Jack teramat dalam hingga sulit dilukiskan dengan kata-kata. “Saya sangat percaya sama dia,” kata Vina.

Keyakinan Vina kepada keteguhan hati suaminya tumbuh dari pengamatan. Sebelum menikah, Vina juga bekerja di tempat Jack. Dia sebagai kasir di sana. Lewat perjumpaan dan pengamatan, Vina amat mengenal Jack. “Dia tak mungkin berbuat macam-macam. Saya sangat tahu dia,” jelas Vina tentang suaminya.

Jack hampir tak melewatkan kesempatan merayakan Misa bersama keluarganya, meski kerja tiap hari. Sabtu atau Minggu sore merupakan jadwal rutin mereka ke gereja. Apabila ada halangan mereka tak bisa Misa bersama, Jack tetap ke gereja. “Sebagai orang Katolik, Misa sudah wajib hukumnya,” ungkapnya.

Sebagai petugas keamanan di tempat yang rentan terjadi keributan, nyawa bisa menjadi taruhannya. Bulan lalu, beruntung nyawa Jack tak melayang. Ratusan organisasi kemasyarakatan (ormas) berlatar suku menggeruduk tempat kerjanya. Persoalan dipicu karena seorang anggota ormas tersebut tak membayar minuman. Meski keributan reda, Jack sempat mendapat hantaman benda keras di kepalanya. “Rasa takut pasti ada sebagai manusia. Tapi kita juga harus pandai membaca situasi,” sarannya.

Lebih Baik
Mendapat pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya merupakan harapan semua orang. Cita-cita itu juga menjadi harapan bagi Jack. Jika ada pekerjaan yang lebih baik dari sekarang, dia pasti akan ambil. Namun, kerinduan itu hingga saat ini belum berpihak kepadanya. Selain menjadi petugas keamanan bayangan, Jack juga menjadi debt collector.

Apa pun dia kerjakan, yang penting halal, demi menyambung hidup dan masa depan keluarganya. Beruntung dari hasil kerjanya itu, dia sudah bisa membangun rumah dan membuka warung kelontong. Jack dan Vina juga selalu menabung. Tabungan tersebut akan digunakan untuk pendidikan buah hati mereka.

Bagi Jack dan Vina, pendidikan anak adalah segalanya. “Kami tidak mau Lexa seperti kami. Dia harus menjadi lebih baik dari Bapak dan Mamanya,” kata Jack.

Yanuari Marwanto

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 16 Tanggal 17 April 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*