Artikel Terbaru

Doa Ratu Surga

Doa Ratu Surga
Mohon Beri Bintang

Keempat, kebangkitan Kristus menunjukkan kemenangan dan kejayaan Kristus atas kuasa dosa dan kematian. Kejayaan Kristus mengikutsertakan semua orang yang percaya kepada-Nya. Mereka akan “duduk di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel” (Mat 19:28), malah “menghakimi dunia dan malaikat” (1 Kor 6:2-3). Mereka memerintah bersama Kristus, seperti dikatakan dalam sebuah kidung tua yang dikutip 2 Tim 2:12. Karena Maria yang paling unggul di antara semua murid Tuhan, maka secara unggul pula dia diikutsertakan dalam kemenangan Kristus. Itulah artinya gelar “Ratu Surga”. Maria sebagai ibu Yesus Kristus, ikut serta memerintah bersama dengan Kristus di surga. Gelar ini menyatakan kedekatan Maria dengan Kristus yang luar biasa baik di dunia ini, maupun juga di surga. Maria unggul di antara para kudus (bdk Pius XII, Ad Caeli Reginam, DS 3913-3917).

Gelar sebagai “Ratu Surga” tidak hendak menyatakan Maria sebagai saingan Allah dengan kekuasaan surgawi-Nya. Maria dinyatakan sebagai Ratu justru karena kerendahan hatinya yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk melakukan kehendak Allah. Allah sungguh merajai seluruh diri Maria.

Kelima, seperti dikatakan di atas, doa Ratu Surga sudah ditetapkan berlaku untuk seluruh Gereja pada 1742, jauh sebelum pernyataan dogmatis tentang Maria diangkat ke surga pada 1950 oleh Paus Pius XII. Memang pengakuan akan Maria sebagai Ratu Surga sudah ada sejak lama dalam Gereja. Dogma Maria diangkat ke surga sebenarnya hanya mengeksplisitkan kepercayaan Gereja yang sudah lama diungkapkan dalam praktik iman. Pernyataan dogmatis Gereja itu tidak mengubah kenyataan, tetapi hanya mengungkapkan secara resmi ajaran tentang Maria sebagai bagian dari iman yang diwahyukan, karena itu harus dipercayai. Jadi, fakta pengangkatan Maria ke surga sudah terjadi lama sebelum pernyataan dogmatisnya pada 1950.

Doa Ratu Surga mengingatkan kita akan apa yang terjadi pada Bunda kita. Itulah harapan nyata yang juga akan terjadi pada kita yang percaya kepada Putranya.

Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber artikel Majalah HIDUP Edisi No. 18 Tanggal 29 April 2012

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*