Artikel Terbaru

Yayasan Santo Yoseph: Menghilangkan Kesan Makam Angker

Yayasan Santo Yoseph: Menghilangkan Kesan Makam Angker
3 (60%) 2 votes

Secara umum tata ruang dalam kompleks pemakaman akan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok mempunyai alokasi luas lahan bervariasi. Namun secara umum keberadaan batu nisan dibuat seragam, dengan warna dan ukuran sama. Sehingga bila dipandang dari jauh, hanya akan terlihat hamparan rumput menghijau. Camat Landasan Ulin, H. Nadjmi yang hadir saat peresmian, dalam sambutannya berharap agar pada areal makam ditata dengan baik agar menjadi taman wisata bagi warga.

Biaya Terjangkau
Sesuai dengan misinya yaitu membantu masyarakat dalam menyediakan tanah makam. YSY berkeinginan menjadikan TMK St Yoseph, sebagai area pemakaman untuk semua. Usai diresmikan, YSY mulai membuka pendaftaran bagi umat yang ingin menjadi anggota biasa yayasan. Uang pangkal dan iuran bulanan untuk menjadi anggota relatif murah dan terjangkau. Bagi anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun dan terdaftar sebagai anggota, pihak yayasan membebaskan uang iuran bulanan.

Mgr Timang mengapresiasi kinerja YSY. “Dengan uang iuran yang relatif terjangkau, nantinya akan menarik minat umat Katolik di sini untuk mendaftarkan diri sebagai anggota. Prinsipnya kita dapat saling menolong satu sama lain,” imbuhnya. Persyaratan yang relatif mudah ini juga diimbangi oleh fasilitas yang akan diberikan kepada para anggota misalnya: tanah makam, peti jenazah, dan perlengkapan jenazah. Peralatan Misa dan mobil jenazah juga disediakan.

Bagi umat Katolik yang berada di Banjarmasin diberikan status sebagai anggota biasa. Sedangkan bagi umat Katolik yang berada di luar Banjarmasin akan diberikan status sebagai anggota luar biasa.

Bagi umat non-Katolik yang menikah dengan umat Katolik, dapat menjadi anggota yayasan ini. Sesuai dengan arahan Mgr Timang, untuk sementara TMK St Yoseph memang masih diprioritaskan bagi umat Katolik di wilayah Keuskupan Banjarmasin. Khusus bagi umat Katolik yang belum terdaftar sebagai anggota namun berkeinginan untuk dimakamkan di lokasi tersebut, pihak yayasan tetap mengakomodasinya dengan pengenaan tarif umum.

Dionisius Agus Puguh Santosa

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 15 Tanggal 10 April 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*