Artikel Terbaru

Bela Negara

Bela Negara
1 (20%) 1 vote

Apakah negara perlu dibela? Negara memiliki kekuatan bersenjata yang sengaja dilatih dan disiapkan untuk melakukan pembelaan jika diserang atau ada ancaman nyata. Negara juga memiliki berbagai institusi dan perangkat hukum untuk menjaga agar ia tidak mudah digoyah ataupun dilecehkan. Negara ada untuk melindungi rakyat yang telah bersedia menjadi warganya dan bekerja keras untuk memajukan. Bukan sebaliknya. Jadi, tidak tepat jika warga melakukan pembelaan atas negara.

Tentu saja seribu satu lawan bisa dijejer, seperti komunisme, fundamentalisme, separatisme, liberalisme, neoliberalisme, premanisme, atau narkoba, pedofilia, korupsi, begal, mafia,perdagangan manusia, dan lain-lain.Namun, bahkan dalam semua itu, sebaiknya rakyatlah yang dilindungi negara, bukan justru dijadikan “perisai hidup” untuk menangkis semua bahaya itu. Apalagi jika bicara tentang kemungkinan invasi militer negara lain, yang saat ini tidak perlu dikhawatirkan akan terjadi atas Indonesia. Di Amerika Serikat, Amandemen Kedua dalam konstitusi bahkan memberikan hak kepada warga untuk memiliki senjata, terutama dipakai melawan negara jikalau negara melakukan penindasan terhadap warga sendiri.
Di media sosial akhir-akhir ini beredar gambar dua orang petani sedang mencangkul tanah padas dengan bermandi peluh. Dalam meme ini terdapat tulisan dalam bahasa Jawa, “Iki yo bela negara, rumangsamu piknik! (Ini juga bela negara, kiramu ini piknik!).” Maka, mendidik rakyat agar mampu berpikir jernih dan sehat, seperti Soegijapranata, atau mau bekerja keras, seperti dua petani dalam meme itu, tampaknya lebih genting dilakukan daripada memaksa jutaan orang latihan baris-berbaris ala militer dalam rangka membela negara. Saat ini, negara yang justru sedang memerlukan akal sehat untuk memutuskan, apakah dirinya begitu lemah sampai perlu dibela warganya? Negara yang tak punya cukup kepercayaan diri adalah calon negara gagal.
Manneke Budiman
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 45 Tanggal 8 November 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*