Artikel Terbaru

Menjadi Guru Teladan

Menjadi Guru Teladan
1 (20%) 1 vote

Pada era generasi gadget/i> ini, sudah kita rasakan ada kebutuhan masyarakat atas pendidikan karakter. Banyak orangtua sudah menyerah dalam membentuk karakter anak-anaknya. Fungsi pendidikan karakter dalam keluarga mengalami tantangan besar, karena kedua orangtua sibuk bekerja. Akibatnya, anak-anak tak banyak waktu bersama dengan orangtuanya, sehingga proses transfer karakter orangtua ke anak tidak terjadi secara alamiah.

Sebaliknya, anak-anak banyak mengobservasi perilaku tokoh-tokoh idola, bintang pujaan, bahkan tokoh sepakbola yang secara diam-diam menjadi orientasi hidup mereka. Maka tak heran jika ditanya kepada anak remaja, ingin menjadi apa, jawabannya ingin menjadi pemain musik, artis, pemain sepak bola, atau petinju. Ternyata itulah tokoh-tokoh idola yang akrab dalam kehidupan mereka.
Dari kenyataan itu, berarti para guru di sekolah, bila ingin membentuk karakter anak-didik, harus menjadikan diri menjadi idola karena kehangatan pribadi, sikap menghormati yang mereka tunjukkan kepada anak didik, selalu bersedia membantu anak didik yang membutuhkan. Bisa jadi dalam proses, guru lupa atau bosan melakukan hal itu, dan kembali ke pola-pola pengajaran yang lama. Di sinilah, peran kepemimpinan kepala sekolah amat penting. Ia harus terus mendorong, memotivasi, dan mengajak agar guru-guru berusaha menjadi model kehidupan berkarakter di sekolah. Tentu saja, kepala sekolah pun perlu menjadi teladan. Dari kepemimpinan yang memberi teladan ini, dan bila hal ini diterapkan dengan konsisten, kita bisa melihat perubahan di sekolah-sekolah Katolik.
Fidelis Waruwu
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 44 Tanggal 1 November 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*