Artikel Terbaru

Inner Beauty

Inner Beauty
1 (20%) 1 vote

Penampilan seseorang sering kali kita ukur dari seberapa cantik atau cakepnya orang tersebut, dan ini adalah pandangan yang memang tidak sepenuhnya keliru karena memang nilai cantik, ganteng, cakep adalah ukuran sosial yang berjalan sejalan dengan berkembangnya nilai-nilai konsumtivisme masyarakat. Seringkali kita terjerembap dalam konsep umum bahwa yang cantik adalah yang tinggi, langsing, berambut panjang, berhidung mancung, berkulit putih, maka apeslah wanita yang tidak memenuhi kriteria tersebut. Kriteria ini memang tidak sekaku kriteria pada pria. Maka, yang seringkali menjadi korban adalah wanita.

Tulisan ini saya buat lebih untuk para wanita agar tetap bisa cantik luar dan dalam Kecantikan seseorang idealnya dibangun dari dalam. Kita seringkali menemui bahwa kecantikan fisik tidak bertahan lama dan akan aus dengan makin bertambahnya usia. Namun, kecantikan dari dalam (inner beauty) akan bertahan lama. Banyak dari kita yang mengetahui hal ini, sayangnya tidak banyak yang mencoba menggali dan memahami bahkan mencoba melakukan eksplorasi. Inner beauty akan sangat terasa tatkala berhadapan dengannya.

Inner beauty dalam konsep psikologi bisa disamakan dengan orang yang mampu membangun konsep diri yang positif. Orang menyadari bahwa dalam dirinya selalu ada yang kurang namun juga ada kelebihan yang menjadi kekuatannya. Kesadaran bahwa sisi lemah bukanlah sesuatu yang fatal yang bisa menjatuhkan dirinya, namun dibangun, dieksplorasi, dan diatasi demi mencari kematangan diri. Sedangkan kelebihan diri akan dibangun demi memupuk kekuatan diri yang lebih positif. Lantas, bagaimana inner beauty bisa kita tumbuhkan atau kembangkan dalam diri kita?

• Pertama-tama, mari kita pahami bahwa kita unik. Tidak ada di dunia ini makhluk yang sungguh sempurna. No body’s perfect, bukan? Dengan demikian, akan lebih mudah bagi kita bertoleransi dengan keterbatasan yang kita miliki. Jika kita tidak memiliki kulit seputih bintang film Korea tentu saja tidak perlu patah semangat, atau setinggi Luna Maya, tidak perlu juga rendah diri. Terima dan syukuri keterbatasan fisik tersebut. Hargai diri sendiri.

• Hati yang baik dan murah hati disertai rasa kasih dan pemahaman akan orang lain, akan lebih memudahkan kita untuk menerima semua perbedaan yang ada, menerima orang lain apa adanya, dan menjadi bagian dari relasi sosial dengan berbagai dilema yang ada. Membangun relasi sosial, tidak menutup diri dengan membatasi pertemanan hanya berdasar pada hal-hal yang fisik, akan lebih membangun diri kita sendiri. Kita pun akan menjadi lebih mudah memaafkan orang lain seberapapun kita telah disakiti olehnya.

• Menghargai humor, mengembangkan sense of humor, membuat kita akan lebih mudah fresh,menjadi tidak gampang tersinggung, bisa menertawakan diri sendiri sekaligus menghargai diri sendiri. Dengan banyak tertawa akan membuat kita lebih sehat, lebih ringan, dan lebih awet muda, bukan?

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*