Artikel Terbaru

Sebentar Lagi KPP Tinggal Memori

Sebentar Lagi KPP Tinggal Memori
1 (20%) 1 vote

Tradisi menggelar KPP bergilir juga diamini Ketua SKK Paroki St Matias Rasul Kosambi Baru, Jakarta Barat, Yohanes Edy Wijaya. Katanya, di Dekanat Barat II, KPP diadakan secara bergantian dengan melibatkan sembilan Paroki di wilayah itu.

KPP digelar hampir di semua Paroki KAJ setiap tahun. Maka, pasangan yang mau menikah diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah persiapan menuju bahtera rumah tangga. Perlu dicatat, di beberapa Paroki, walau pendaftaran KPP sudah dibuka jauh-jauh hari, tetap saja pesertanya sedikit. “Paroki kecil seperti kita kurang peminat. Berbeda dengan Paroki Katedral atau Paroki St Theresia Menteng. Banyak yang berminat ikut kursus di sana,” kata Astrid.

Praktik KPP
KPP melibatkan para pengajar yang terdiri dari pastor, praktisi, dan tenaga profesional, sesuai dengan topik-topik bahasan yang ditetapkan dalam modul KPP. Secara umum, topik-topik yang dibahas adalah hukum perkawinan Katolik, hukum perkawinan sipil, ekonomi rumah tangga, pendidikan iman anak, komunikasi suami istri, seksualitas perkawinan dan Keluarga Berencana, dan spiritualitas perkawinan.

Di Paroki Pluit, sebagaimana juga dengan Paroki-paroki lain di KAJ, sebelum terjun jadi pengajar KPP, para calon pengajar harus ikut training of trainer yang disediakan KAJ. “Yang pasti para pengajar haruslah mereka yang sudah menikah. Kami tak mensyaratkan usia pernikahan. Keluarga yang baru menikah beberapa tahun pun terbuka kemungkinan untuk bisa mengajar bila dinilai berkompeten di bidangnya,” kata Paternus.

Tim pengajar KPP dengan rentang usia muda, 40-50 tahun, juga dimiliki Paroki St Monika Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Ketua SKK Paroki BSD, Albertus Magnus Sugiarto mengatakan, yang paling utama adalah para pengajar tak hanya mengajarkan ilmu, tapi memberi sesuatu yang bisa memancing para peserta KPP untuk berefleksi bersama.

Di Dekanat Pusat, tim pengajar KPP sekitar 25 orang. Usia para pengajar di atas 40 tahun, bahkan ada yang sudah lanjut usia. Lidwina Tina Damayanti, salah satu pengajar KPP, sudah berusia 70 tahun. Ia sudah aktif di pendampingan keluarga sejak 20 tahun silam. Ia pernah menjabat sebagai Ketua SKK Paroki St Paskalis Cempaka Putih, Jakarta Pusat (2005-2013). Tahun ini adalah tahun terakhir Tina berkecimpung sebagai pengajar KPP di Dekanat Pusat. “Setelah itu, saya akan berhenti. Saya sudah menyiapkan kader-kader untuk menggantikan saya,” ujarnya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*