Artikel Terbaru

St Matias Rasul: Martir, Pengganti Yudas Iskariot

St Matias Rasul: Martir, Pengganti Yudas Iskariot
3 (60%) 2 votes

Umat paroki melakukan adorasi secara bergiliran di 15 wilayah paroki. Mulai dari wilayah yang terjauh dari gereja hingga yang terdekat. Warga paroki mencoba mewujudkan kesetiaan dan teladan pelayanan St Matias dalam kehidupan menggereja. Hal ini dikuatkan dengan modal sumber daya manusia yang cukup.

Meski paroki ini baru merayakan lustrum pertama, jumlah warga mencapai lebih dari enam ribu jiwa.

Pelayanan ini dilakukan melalui Seksi Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki. PSE Paroki Kosambi Baru rutin memberikan bantuan dan pelayanan kesehatan, bantuan modal kerja, dan bantuan sosial yang bersifat insidentil seperti bantuan untuk korban banjir.

Ada juga kegiatan bakti sosial, seperti pengobatan gratis menjelang Natal dan Paskah. “Kami juga terlibat aktif membantu terlaksananya perayaan-perayaan hari besar agama lain sebagai salah satu upaya mewujudkan toleransi antarumat beragama. Paroki menyumbang sembilan kambing kurban menjelang Idul Adha dan memberikan 600 paket sembako. Kami juga memberikan bingkisan kepada tokoh-tokoh masyarakat setempat menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ungkap Pastor Susilo.

Menjadi rasul
Nama Matias tidak ada dalam Injil. Namanya baru disebutkan pada Kisah Para Rasul. Menurut Kitab Suci, Matias telah mengikuti perjalanan dua belas murid Yesus. Sebagai rasul, Matias memang bukan yang utama karena ia tidak dipilih langsung oleh Yesus. Ia dipilih oleh murid-murid Yesus untuk menggantikan Yudas Iskariot yang telah meninggal dengan cara gantung diri.

Setelah kenaikan Yesus ke surga, para pengikut Yesus dan kesebelas rasul bersama Bunda Maria kembali ke Yerusalem untuk menantikan kedatangan Roh Kudus yang dijanjikan Yesus. Pada saat itu, Petrus mengusulkan rasul lain sebagai pengganti Yudas Iskariot.

Dalam pidatonya di hadapan sekitar 120 pengikut Kristus, Petrus sebagai pemimpin para rasul menjelaskan persyaratan yang harus dimiliki sang pengganti Yudas Iskariot. ”Jadi, harus ditambahkan kepada kami, seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami. Yaitu, mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya,” katanya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*