Artikel Terbaru

Santo Domenico Savio: Santo Muda Pelindung Remaja Putra

Santo Domenico Savio: Santo Muda Pelindung Remaja Putra
3 (60%) 2 votes

Beragam prestasi ditorehkan siswa-siswi SMP Domsavio. Salah satunya, melalui ekstrakurikuler yang cukup punya nama di sekolah ini, yaitu Domsav Choir. Ada 39 siswa yang tergabung dalam Domsav Choir. Mereka sering menjadi pemenang di berbagai lomba paduan suara. Pada November 2010, Domsav Choir berhasil menyabet Juara II pada Lomba Paduan Suara Lagu-lagu Perjuangan SMP Tingkat Provinsi Jawa Tengah di LPMP Srondol, Semarang. Kemudian, kelompok ini juga menjadi Juara I dalam Lomba Paduan Suara di Karangturi pada November 2011.

Spiritualitas Santo Domenico Savio tidak hanya ditanamkan pada anak didik, namun juga untuk para guru dan karyawan, sehingga mereka sama-sama berperan serta mengembangkan SMP yang terdiri dari 32 kelas (30 kelas reguler dan dua kelas akselerasi) ini. Profesionalisme menjadi salah satu kriteria dalam menerima para guru dan karyawan. Pengelolaan dan penjaminan mutu yang bagus itu dibuktikan dengan berhasilnya SMP Domenico Savio mendapat sertifikat International Standard Operational (ISO).

Kisah tentang sosok Santo Domenico Savio berawal di Riva, Chieri, Italia pada 2 April 1842. Saat itu, Domenico terlahir sebagai anak kesepuluh dari pasangan Carlo dan Birgitta Savio. Ayahnya seorang pandai besi sementara ibunya seorang penjahit. Karena keluarganya miskin, Domenico harus berjalan kaki sejauh sembilan kilometer lebih setiap hari agar dapat bersekolah di kota terdekat. Namun, hal ini tak menjadi halangan baginya untuk tekun menuntut ilmu.

Ketekunan dan semangat Domenico menarik hati Yohanes Bosco. Saat itu, Don Bosco tengah mencari tunas-tunas muda untuk dididik menjadi imam Serikat Salesian. Ketika Don Bosco melakukan wawancara pribadi dengannya, Domenico berkata, “Baiklah, Pastor adalah seorang tukang jahit yang hebat. Jika bahannya memang bagus, ambillah saya dan jadikan saya jubah yang indah bagi Tuhan.”

Demikianlah, Oktober 1854, pada usia 12 tahun, Domenico diterima sebagai murid di Oratorio Santo Fransiskus dari Sales di Turin. Hubungan Santo Don Bosco dan Domenico memang sangat dekat. Keinginan Domenico menjadi orang suci muncul. “Saya ingin menjadi kudus, Pastor,” demikian keinginan Domenico yang diungkapkan kepada Don Bosco.

Domenico dinasihati untuk senantiasa gembira dan tidak merasa khawatir karena melayani Tuhan adalah jalan menuju kebahagiaan sejati. Domenico pun menjadi teladan sukacita bagi temantemannya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*