Artikel Terbaru

Santa Catharina dari Siena: Menolak Menikah, Memotong Rambut

Santa Catharina dari Siena: Menolak Menikah, Memotong Rambut
3 (60%) 2 votes

Gereja Santa Catharina juga pernah dikunjungi Paus Yohanes Paulus II saat lawatannya ke Indonesia pada 1989. Saat itu, Paus menanam pohon beringin putih di depan gereja yang masih ada hingga saat ini.

Pada 1995, ketika Paroki Kalvari berdiri, gereja ini berada di wilayah Paroki Kalvari. Tanggung jawab mengadakan pelayanan Misa diserahkan ke Paroki Kalvari hingga saat ini. Perayaan Ekaristi diadakan dua kali tiap Minggu, pukul 06.30 dan 08.00 WIB. “Seiring berjalannya waktu, kami sebagai pengurus gereja terpanggil untuk menjadikan gereja ini tidak hanya sebagai tempat gereja singgah saja. Kami ingin nama pelindung gereja ini dikenal umatnya,” ujar Ricky.

Terakhir, muncul kebutuhan merayakan pesta nama pelindung. Menurut Ricky, para pengurus gereja ini juga melakukan pendekatan dengan pihak manajemen TMII perihal perlunya merayakan pesta nama. “Akhirnya, Minggu, 29/4, kami bisa merayakan pesta nama pelindung gereja ini untuk yang pertama kalinya sekaligus mengadakan acara pemberkatan patung Santa Catharina dari Siena,” jelas Ricky. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal agar umat Katolik dapat menghayati spiritualitas Santa Catharina.

Santa Catharina lahir pada 25 Maret 1347 di Siena, Italia. Ia adalah anak ke-25 dari pasangan Jacomo Benincasa dan Mona Lapa. Catharina mewarisi keberanian dan ketegasan ibunya, kesalehan dan kelemahlembutan ayahnya. Ia berparas ayu dan sejak kecil tingkah lakunya sangat lincah. Namun, Catharina selalu terdiam tiap kali berpapasan dengan para biarawan Dominikan. Dia kerap kali mengamati langkah para biarawan berjubah hitam putih itu.

Suatu hari setelah memperhatikan para pastor ini ia berseru, “Aku ingin menjadi imam Dominikan!” Banyak orang menertawakannya. Karena merasa iba, seorang wanita yang mendengarnya mengatakan bahwa untuk menjadi biarawan Dominikan, seseorang harus banyak berdoa dan berdiam diri.

Sejak saat itu, Catharina selalu berdiam diri dan berdoa setiap senja. Saat berusia enam tahun, ia mulai mendapatkan pengalaman mistisnya. Ia melihat Kristus di atas Gereja Santo Dominikus sedang memberkatinya. Mula-mula ibunya yang mengetahui hal tersebut diam saja. Tapi, ketika Catharina berusia 12 tahun, ibunya meminta Catharina agar selalu tampil cantik dengan rajin bersolek dan mengurangi kebiasaan berdoa. Pada awalnya Catharina terpengaruh, tetapi kemudian ia sangat menyesal dan mulai kembali kepada kebiasaan doanya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*