Artikel Terbaru

Trauma terhadap Mantan Pacar

Trauma terhadap Mantan Pacar
2.5 (50%) 2 votes

Pikiran rasional saya kembali mengambil alih kendali. Ternyata benar, dia bukan tipe pria ideal saya. Saya menyesal telah memberi lampu kuning, bahkan hampir lampu hijau. Saya tak menduga, dia yang selama ini saya kenal sebagai pria pendiam, sabar, dan serba terkendali, ternyata saat marah sangat emosional.

Sejak itu, di antara kami tak ada lagi jalinan perasaan seperti sebelumnya. Beberapa kali dia meminta maaf, menyesali apa yang dilakukannya. Dua kali melalui surat, beberapa kali melalui sms. Bahkan, beberapa waktu yang lalu dia minta waktu untuk bicara secara pribadi (alasannya mau curhat), tetapi saya sudah ”tutup buku” bagi kehadirannya.

Diam-diam, ada dendam di hati saya. Sekali terpikir untuk memenuhi permintaannya bicara empat mata, tetapi pikiran itu segera saya pupus. Saya khawatir sudah trauma. Bisa saja saat bicara empat mata, dia memberondong saya dengan ledakan kemarahan seperti dulu.

Yang ingin saya tanyakan: Tepatkah sikap saya terhadap mantan pacar? Terima kasih.

Rn di Kota S.

Ytk, Sdri Rn,
Membaca surat Anda, saya jadi ’terseret’ membayangkan kira-kira seperti apa persisnya ledakan kemarahan mantan pacar yang begitu tandas meninggalkan jejak trauma dalam diri Anda.

Terbayangkan atau tidak, yang jelas Anda begitu shock dengan peristiwa itu. Pertanyaan saya (maaf), selama tiga bulan pacaran, sudahkah Anda benar-benar mengenal siapa dia? Bila jawabannya ya, maka keputusan ”tutup buku” dengan dia adalah pilihan yang tepat.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*