Artikel Terbaru

Perihal Perpisahan dalam Katolik

Perihal Perpisahan dalam Katolik
1 (20%) 2 votes

Perpisahan ini bukanlah suatu perceraian, meskipun barangkali Anda memprosesnya secara sipil sebagai perceraian. Gereja tidak mengatur harta
gono-gini, hak pengasuhan, dll. Semua hal itu diatur hukum sipil, karena bagi Gereja, Anda berdua masih berstatus suami isteri. Status Anda berubah jika ada keputusan lain menyangkut perpisahan Anda, seperti adanya pemutusan atau anulasi resmi yang Anda terima dari tribunal Gereja.

Anda harus melaporkan perpisahan Anda pada pastor paroki setempat, supaya bersamanya dapat diketahui dan dibicarakan kemungkinan penyelesaian masalah. Hal ini penting, agar Anda tidak dihantui perasaan bersalah atau bingung dengan jalan yang Anda tempuh, termasuk status Anda.

Pengasuh yang terhormat, saya ingin menikah secara Katolik. Sebelumnya saya sudah menikah secara Katolik, kemudian bercerai karena suami saya tidak memberi nafkah lahir dan batin. Kini saya menemukan belahan jiwa yang baru. Kami pun sepakat ingin menikah. Apakah hukum Gereja membolehkan? Mohon tanggapan.
Angelina Moniaga, Manado

Demikian juga untuk Angelina di Manado, pernikahan kembali menjadi tidak mungkin dalam Gereja Katolik, karena Anda sebelumnya menikah sah dan status pernikahan Anda adalah sakramen (K 1141). Pernikahan kedua menjadi mustahil disahkan, kecuali ditemukan alasan yang dalam hukum Gereja menjadi halangan tetap pernikahan, misalnya suami Anda menderita impotensi permanen, pernah menikah sebelumnya, atau menderita kelainan jiwa sejak sebelum menikah.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*