Artikel Terbaru

Santo Barnabas Rasul: Mewarta dalam Diam

Santo Barnabas Rasul: Mewarta dalam Diam
3 (60%) 2 votes

Nabi Agabus dari Yerusalem bertandang ke Antiokhia dan bernubuat tentang ancaman kelaparan. Lalu, Barnabas menggerakkan jemaat mengumpulkan sumbangan bagi umat Yudea. Bantuan itu dikirim ke Yerusalem melalui dirinya dan Paulus yang sangat dipercaya jemaat. Di Yerusalem, Barnabas mengajak Yohanes, sepupunya, yang disebut Markus, murid Petrus yang menulis Injil, untuk mewarta bersamanya.

Barnabas adalah rasul pilihan Tuhan. Saat jemaat Antiokhia beribadah, Roh Kudus berkata, ”Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Pewartaan dilanjutkan ke Seleukia dan Pulau Siprus.

Di Siprus, pewartaan dilakukan dari Salamis hingga Pafos. Gubernur Sergius Paulus yang sebelumnya berkawan dengan tukang sihir jahat Baryesus pun dipertobatkan. Di Perga, Pamfilia, Markus meninggalkan pelayanan dan kembali ke Yerusalem. Kedua rasul pun pergi ke Antiokhia di Pisidia. Di sana banyak orang Yahudi mengikuti ajaran Kristus, tetapi ada pula yang tidak suka dan mengusir mereka. Saat ke Ikonikum, orang-orang Yahudi yang tidak suka akan melempari batu, maka mereka menyingkir ke Listra dan Derbe. Di sana banyak orang menjadi murid Yesus.

Barnabas mengajar tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan contoh cara hidup saleh. Setelah menjelajahi Pisidia, Pamfilia, Perga, dan Atalia, kedua rasul kembali ke Antiokhia. Umat Antiokhia bingung dengan pernyataan yang mengharuskan sunat, maka Barnabas dan Paulus diutus ke Konsili Yerusalem untuk membicarakannya.

Perjalanan melewati Fenisia dan Samaria digunakan untuk mewarta. Keduanya membela kepentingan para pengikut Kristus non-Yahudi. Petrus dan Yakobus sepakat untuk tidak menimbulkan kesulitan bagi bangsa lain yang berbalik pada Allah. Saat kembali ke Antiokhia, Barnabas dan Paulus disertai Yudas Barsabas dan Silas.

Barnabas akan mengajak Markus lagi, tetapi ditentang Paulus karena Markus pernah meninggalkan mereka di Pamfilia. Perselisihan tajam pun terjadi. Mereka sepakat untuk berpisah dalam mewarta. Barnabas mengajak Markus ke Siprus, sedangkan Paulus membawa Silas ke Siria dan Kilikia.

Menurut tradisi, Rasul Barnabas wafat di Salamis, Siprus, setelah dirajam orang-orang Yahudi pada tahun 61. Pesta namanya diperingati setiap 11 Juni. Kemungkinan besar, Barnabas-lah yang menulis surat yang kini dikenal dengan “Surat Paulus kepada umat Ibrani”. Seorang Kristen yang murtad pada abad ke-14 memalsukan karyanya sebagai Injil Barnabas. Sudah pasti Injil palsu itu bukan karya Barnabas, mengingat bagaimana ketangguhan dan kesetiaan Barnabas dalam mewarta hingga wafat sebagai martir dengan segala sifat-sifat utama yang ia miliki.

Rini Giri

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 25 Tanggal 17 Juni 2012

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*