Artikel Terbaru

Santa Birgitta dari Swedia: Mistikus Pendiri Ordo Sang Penebus

Santa Birgitta dari Swedia: Mistikus Pendiri Ordo Sang Penebus
3 (60%) 2 votes

Kelimpahan duniawi tak membuatnya bahagia. Sejak kecil, ia mengalami penglihatan sengsara Yesus di kayu salib. Untuk menjawab kegelisahannya, ia ingin menjadi biarawati.

Namun, demi menghormati ayahnya, akhirnya ia menikah dengan penguasa Nericia dari trah Ulvasa bernama Ulf Gudmarson saat usianya 13 tahun. Suaminya memberi pengaruh keagamaan yang kuat. Tahun 1341-1343, mereka berziarah ke makam Santo Yakobus di Santiago de Compostela Spanyol. Sepulang ziarah, Ulf sakit keras. Saat menunggui suaminya, Birgitta mendapat penampakan. Suaminya akan sembuh jika ia mengizinkannya menjadi rahib trapis. Akhirnya, Ulf menjadi rahib di Biara Cistercian Alvastra Ostrogothia atas desakan istrinya.

Lalu, ibu empat putra dan empat putri ini masuk ordo ketiga Santo Fransiskus, mengisi hidupnya dengan doa dan pelayanan pada orang sakit dan miskin. Kedekatan dengan keluarga kerajaan, digunakan Birgitta untuk mencari dukungan mendirikan biara. Nama baik almarhum ibunya, Ingeborg dari Folkunga, membuatnya dipercaya sebagai pendamping ratu untuk mengajarkan tata cara hidup di lingkungan kerajaan.

Birgitta tidak berhasil memperbaiki iman Raja Swedia Magnus Eriksson II, namun berhasil mengajarkan kesalehan pada istri raja Ratu Blance dari Namur. Mereka tergerak menyumbangkan tanah dan bangunan demi berdirinya Biara Monastik Ordo Sang Penebus di Vadstena (Ordo Birgittin). Ini biara bagi pria dan wanita dalam satu komunitas, dalam kompleks yang terpisah. Mereka menggunakan regula Santo Agustinus.

Ordo baru
Birgitta juga dikenal sebagai Heliga Birgitta, Bridget, Birgit dari Vadstena, atau Brigid Birgersdotter. Namun, tidak sama dengan Santa Brigita atau Brigida dari Irlandia (453-525) yang diperingati 1 Februari dan disebut-sebut dalam Novena Tiga Salam Maria. Paus Yohanes Paulus II, pada 1 Oktober 1999, memilihnya sebagai pelindung Eropa bersama Santa Edith Stein (Teresa Benedikta dari Salib), dan Santa Katarina dari Siena. Tiga santa ini menambah deretan nama pelindung Eropa. Pelindung Eropa sebelumnya adalah St Benediktus dari Nursia yang dimaklumkan oleh Paus Paulus VI pada 1966, St Sirilus dan St Metodius yang dimaklumkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1980.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*