Artikel Terbaru

Maria dan Tri Tunggal Mahakudus

Maria dan Tri Tunggal Mahakudus
1 (20%) 1 vote

Karena keserupaan dengan Putra yang sedemikian itulah, maka Bunda Maria diangkat ke surga. Melalui kata-kata dan hidupnya, Bunda Maria memberikan penghormatan yang sempurna kepada Allah. Hal ini nyata dalam Magnificat Maria. Maria merendahkan diri di hadapan Allah dan bersyukur kepada Allah karena Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan besar baginya. Maria menguduskan nama-Nya. Sikap Maria yang benar tergantung dan menyembah Allah menjadi teladan bagi setiap anggota umat manusia tentang bagaimana berjuang mencapai tujuan akhir hidup ini (KGK No 2097; bdk No 369 yang berbicara juga tentang manusia sebagai citra Allah). Bunda Maria adalah teladan untuk mencapai persekutuan hidup dan kasih dengan Allah Tritunggal Mahakudus.

Pater, apa yang dimaksud dengan madah akathistos?
Willem Lamera, 085259359xxx

Itu adalah sebuah madah puji-pujian indah kepada Maria. Pengarang madah ini tidak dikenal. Madah ini berisi ucapan syukur kepada Maria atas bantuannya sebagai Bunda Allah (Yun: Theotokos) karena ia telah melindungi Kota Konstantinopel semasa pengepungan pada tahun 626. Pada saat itulah madah ini dinyanyikan oleh para penduduk kota tersebut. Nama madah ini akathistos berasal dari sikap berdiri atau tidak duduk yang harus dilakukan ketika menyanyikan madah ini. A-kathistos berarti tanpa duduk. Madah ini dinyanyikan pada Sabtu kelima dalam Masa Prapaskah. Para rahib menggunakan madah ini sebagai semacam doa resmi (officium) singkat untuk menghormati Bunda Allah.

Madah ini berpengaruh besar di Gereja-gereja Timur dan kemudian juga di Gereja-gereja Barat. Pada dasarnya, madah ini adalah perpaduan antara liturgi, pengajaran, dan devosi umat. Ada 24 bait dan setiap bait genap diakhiri dengan ”alleluya”.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 22 Tanggal 30 Mei 2010

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*