Artikel Terbaru

Menyikapi Facebook

[topics.cbc.ca]
Menyikapi Facebook
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Hingga saat ini sikap pro dan kontra masih hingar-bingar menanggapi kehadiran facebook (fb) di dunia maya, yang penggunanya sudah mencapai sekitar 200 juta orang di dunia (di Indonesia tercatat hampir 18 juta pengguna).

Saat fb mulai marak di Indonesia, secara pribadi saya termasuk penyikap yang sangat kontra. Ada beberapa alasan yang saling memperkuat: saya tidak paham apa itu fb, enggan menceburi tren massif yang kesannya “bergaya pop”, efek reaksi kurang respek terhadap sebagian (besar) pengguna fb waktu itu yang terkesan seperti robot impersonal yang tak peduli pada situasi sosial, perasaan tak pantas memamerkan diri di media maya, dan ekspos di banyak media tentang kasus-kasus penyalahgunaan fb.

Tapi, sudah hampir setahun ini diam-diam saya menjadi penggunanya, meskipun bukan tergolong ‘aktivis’ harian. Keputusan saya membuka akun di fb, diprovokasi oleh ajakan bergabung dari seorang kawan lama lewat e-mail setelah hampir 28 tahun kami tak saling jumpa. Kawan lama itu kebetulan seorang pastor. Jadi, lebih mantaplah saya. Setelah menjadi pengguna fb, terasa sungguh bermanfaat. Sebagian alasan yang dulu membuat saya bersikap kontra ternyata runtuh.

Tetapi, sebagian alasan lainnya, kenyataannya memang masih (dan terus akan?) terjadi. Yang paling jelas, misalnya tak sedikit pengguna fb yang setiap saat dan di mana pun selalu tak bisa lepas (menggenggam, menyanding, memantau, dan me-replay) dari alat penayang fb (hp, blackberry, PDA) dan tak peduli dengan kehadiran orang lain di dekatnya, yang mungkin sedang sangat butuh perhatian.

Maraknya kasus-kasus konflik relasi dan kesalahpahaman antarkawan, anggota keluarga, dan atau pasangan karena kurang paham dan kurang tepatnya/kurang arif dalam menggunakan fb.Juga terjadinya penipuan, penculikan, trafficking dsb karena kesengajaan menyalahgunakan fb.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*