Artikel Terbaru

Seksi Lingkungan Hidup Paroki MKK, Meruya: Setia Merawat Bersama Umat

Seksi Lingkungan Hidup Paroki MKK, Meruya: Setia Merawat Bersama Umat
1 (20%) 1 vote

Anak-anak panti asuhan berfoto bersama usai menerima mainan berupa boneka. [NN/Dok. Paroki Meruya]
Anak-anak panti asuhan berfoto bersama usai
menerima mainan berupa boneka.
[NN/Dok. Paroki Meruya]
Edukasi Umat
Program lain yang digalakkan di Paroki Meruya adalah pilah sampah. Tujuannya mengedukasi umat supaya membedakan sampah basah dan sampah kering. Menurut Hidayat, gereja sudah menyiapkan tempat sampah yang terdiri dari tempat sampah organik dan anorganik. Umat dibiasakan untuk memilah sampah sejak dari tindakan membuang sampah.

Hidayat mengakui, belum semua umat bisa mengikuti program ini. Namun edukasi tentang merawat bumi harus terus digalakkan. Salah satu contoh yang mereka lakukan sejauh ini adalah membuat video dalam bentuk slide yang ditayangkan setiap kali sebelum Misa dimulai. Slide tersebut berisi informasi tentang kegiatan unggulan SLH, seperti pilah sampah, BBM, bahkan ajakan Paus Fransiskus untuk merawat bumi.

Kini SLH Paroki Meruya perlahan-lahan juga mengembangkan kampanye merawat bumi kepada warga sekitar dengan mengubah sampah sisa menjadi sesuatu yang berguna. Kegiatan ini rutin diadakan tiga sampai enam bulan sekali. Peserta bisa mencapai ratusan orang. “Kami mengadakan daur ulang atau yang kami sebut ‘dalang’. Kami mengumpulkan sachet-sachet bekas kopi dan detergen, kemudian mengundang praktisi untuk mengajarkan bagaimana mengubah kemasan yang tidak berguna itu menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” jelas Cynthia.

Kumpul Mainan Bekas
SLH Paroki Meruya juga mengajak seluruh umat Paroki untuk mengumpulkan mainan dan barang-barang bekas yang masih layak dan memiliki nilai edukasi. Barang-barang berupa tas, buku-buku pelajaran, boneka, boks bayi, kereta dorong, hingga kursi makan. Barang-barang ini kemudian dikirim ke pantipanti asuhan serta anak-anak yang membutuhkan. “Ada yang kami kirim sampai ke luar Jakarta, misalnya Yogyakarta dan Semarang. Semuanya gratis,” kata Cynthia.

Rupanya kampanye berbagi barang mainan ini menginspirasi umat lain. Ada beberapa donatur yang rela hati memberikan mainan baru sampai satu mobil penuh. Mainan dan barang yang terkumpul tidak hanya disalurkan kepada umat Katolik saja, melainkan juga untuk umat beragama lain. Inilah tanda kasih dari umat kepada mereka yang berkekurangan.

Hidayat berharap agar umat mampu menjaga bumi dengan mengubah pola perilaku dari segi kualitas, bukan sekadar kuantitas lagi. Apa yang sudah dicanangkan dan dikampanyekan oleh SLH Paroki Meruya ini hanya sebagian kecil dari usaha orang-orang yang terpanggil untuk ikut merawat bumi–yang oleh Bapa Suci disebut ‘Rumah Kita Bersama’. “Kami sudah sangat bersyukur bila program-program ini dapat berjalan sesuai dengan harapan kami dan bisa menjadi contoh bagi umat yang lain,” demikian Hidayat.

A. Aditya Mahendra

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 43 Tanggal 23 Oktober 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*