Artikel Terbaru

Eugenius Pradipto: Memuliakan Kayu dan Bambu

Eugenius Pradipto: Memuliakan Kayu dan Bambu
1 (20%) 1 vote

Tapi upaya ini berbuah kecewa. Meskipun rumah-rumah telah berdiri kokoh dan layak huni, pemerintah justru membangun rumah sementara berbahan dasar batako. Masyarakat pun beralih ke bangunan buatan pemerintah. “Ini bukti bahwa pemerin tah dan masyarakat masih memandang bangunan dari kayu bukan bangunan permanen. Itu tidak benar! Buktinya, sampai detik ini perkampungan kayu itu masih kokoh berdiri,” ujar peraih Dosen Berprestasi 2008 ini.

“Selain ingin membuka mata pemerintah, saya juga ingin mewujudkan mimpi menciptakan bangunan yang berciri khas Indonesia, yakni bangunan yang sadar gempa dan ramah lingkungan, serta mengutamakan aspek budaya dan sosial, sehingga bangunan itu memiliki roh keindonesiaan,” ujar Ketua Komunitas Perlindungan Pohon “Pule Hijau” Yogyakarta ini.

Dr. Ing. Eugenius Pradipto
TTL:
Yogyakarta, 29 Oktober 1956

Pendidikan:
• SD Kanisius Wirobrajan I Yogyakata
• SMP Negeri 1 Yogyakarta
• SMA Negeri 1 Yogyakarta
• Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
• S2 dan S3 Universitas Stuttgart Jerman
• Sertifi kasi Profesi Arsitek Ikatan Arsitek Indonesia

Pekerjaan:
• Staf Pengajar dan peneliti Fakultas Teknik UGM (1984-sekarang)
• Pengelola Studio Seni Rancang Bangun Kayu Bengkel Kayu UGM (2003-sekarang)

Penghargaan:
• Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia, Juara 1 Teknologi Tepat Guna Departemen PU (2008)
• Dosen Berprestasi (2008)
• Karya Paten Terbaik UGM (2010)

Kegiatan lain:
• Komunitas Perlindungan Pohon “Pule Hijau” Yogyakarta

Simon Sudarman

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 14 Tanggal 3 April 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*