Artikel Terbaru

Beato B M Longo: Pendiri Basilika Maria Ratu Rosario Pompeii

Beato B M Longo: Pendiri Basilika Maria Ratu Rosario Pompeii
1 (20%) 1 vote

Pada usia 22 tahun, ia mengalami kegelisahan dan kebingungan. Saban hari ia hidup dalam paranoia dan kecemasan. Pernah ia menggambarkan, “Sampai pada satu titik, saya ingin bunuh diri. Ketika tiba waktu yang tepat, saya ingat pesan St Dominikus: dia yang berdoa Rosario, akan diselamatkan.”

Suatu hari, ia bermimpi bertemu almarhum sang ayah yang berpesan agar segera kembali ke iman asalnya. Mimpi itu membawanya kepada Profesor Vincenzo Pepe. Ia lalu dikenalkan pada Pater Alberto Radente OP. Lewat nasihat Pater Alberto, Bartolo berubah. Ia ingin melakukan sesuatu sebagai silih atas hidupnya di masa silam dan melayani Gereja yang dulu ia fitnah. Ia bergabung dengan sekelompok orang yang menaruh perhatian kepada mereka yang miskin dan sakit. Salah seorang anggota kelompok tersebut adalah Nyonya Mariana di Fusco, seorang janda kaya yang mempunyai tanah dekat reruntuhan Pompeii. Ia pun ditugaskan ke Pompeii untuk mengatur kekayaan Mariana.

Rasul Rosario
Setiba di Pompeii, Bartolo menyaksikan kota Pompeii yang kumuh dan penduduknya miskin dalam hidup rohani. Ia berikrar untuk melayani mereka yang miskin dan papa. Suatu malam, pada Oktober 1872, ia teringat akan “pentahbisannya” sebagai imam okultisme. “Saya berpikir meskipun saya telah bertobat, tapi ‘imamat setan’ tetap untuk selamanya. Kala itu, saya dilanda putus asa yang hebat, hingga hampir bunuh diri. Kemudian, saya mendengar suara Pater Alberto yang mengulangi kata-kata Perawan Maria, “Jika Anda mencari keselamatan, sebarkanlah doa Rosario.”

Setelah bertobat, Bartolo membujuk masyarakat membersihkan gereja yang telah rusak dan mengundang mereka berdoa Rosario. Sayang, hanya beberapa anak kecil saja yang tertarik. Demi mengambil hati umat Pompeii, ia mengadakan festival Pesta Ratu Rosario pada 1873. Lagi-lagi usahanya gagal. Pada tahun ketiga keberadaannya di Pompeii, ia mengundang para imam Redemptoris (CSsR) untuk bermisi selama dua minggu di Pompeii. Kali ini misinya berhasil, bahkan mendapat restu dari Uskup Nola, Napoli, Mgr Giuseppe Formisano (†1890).

Bartolo memulai proyek pembangunan gereja dengan pertama-tama mencari lukisan St Perawan Maria Ratu Rosario. Lewat Pater Alberto, ia mendapat sebuah lukisan bergambar Bunda Maria, St Katarina dari Siena dan St Dominikus. Gambar itu diserahkan Sr Concetta de Litala kepadanya. Ketika menerima gambar itu, ia bergumam, “Tidak saja lukisan itu dimakan rayap, tetapi wajah Bunda Maria seperti wajah wanita desa yang kasar. Secuil kanvas hilang tepat di kepalanya, mantolnya retak. St Dominikus tampak seperti seorang idiot jalanan.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*