Artikel Terbaru

Beato B M Longo: Pendiri Basilika Maria Ratu Rosario Pompeii

Beato B M Longo: Pendiri Basilika Maria Ratu Rosario Pompeii
1 (20%) 1 vote

Agar tidak mengecewakan Sr Concetta, Bartolo membungkusnya dan menyerahkan kepada seseorang untuk mengantarnya ke Pompeii. Dengan cara demikian, Ratu Rosario tiba di Pompeii pada 13 November 1875. Lukisan itu diubah pada 1876, kemudian pada 1879 direstorasi Federico Madlarelli, pelukis tersohor Italia. Restorasi terakhir dibuat pada 1965.

Usaha ini semakin menunjukkan hasil tatkala ia berencana membangun gedung gereja yang besar dan indah untuk lukisan tersebut. Sekitar 300 umat miskin setempat juga berjanji menyumbangkan satu penny (uang logam) setiap bulan.

Sementara gereja masih dalam tahap pembangunan, terjadi tiga mukjizat. Clorida Lucarelli, gadis berusia 12 tahun mengidap epilepsi. Kerabat yang putus asa berjanji membantu pendirian gereja jika Clorida sembuh, dan terjadilah seperti harapan keluarga. Mukjizat kedua berhubungan dengan seorang perempuan muda, Concetta Vasterilla, yang sedang dalam penderitaan menjelang ajal, juga disembuhkan saat janji serupa dibuat. Sebulan setelah peletakan batu pertama, Gio vannina Muta, penderita paru-paru akut juga menjadi sembuh berkat doa kepada Bunda Maria Ratu Rosario.

Gereja megah itu pun berdiri tegak di pusat kota Pompeii. Gereja itu diberkati Kardinal Rafaelle Monaco La Valletta (†1896), Duta Vatikan di masa penggembalaan Paus Leo XIII (1810-1903) pada Mei 1891. Pada 19 Februari 1894, Bartolo menyerahkan Gereja Maria Ratu Rosario kepada Vatikan. Tahun 1934, atas perintah Paus Pius XI (1857-1939), sebuah Basilika baru yang besar dibangun dan didedikasikan kepada Bunda Maria Ratu Rosario. Basilika itu selesai pada 1939 dan diresmikan atas nama Paus Pius XII (1862-1943) oleh Kardinal Luigi Magliones (1877-1944), Sekretaris Negara Vatikan.

Lukisan yang telah direstorasi, ditempatkan di atas altar utama Basilika. Lukisan berwarna tersebut menggambarkan St Perawan Maria duduk di atas takhta. Di pangkuannya duduk kanak-kanak Yesus yang membawa seuntai Rosario dan mengulurkannya kepada St Dominikus. Sementara Bunda Maria memberikan seuntai Rosario kepada St Katarina dari Siena.

Bartolo melakukan banyak karya amal dan menikahi rekan kerjanya, Nyonya Mariana pada 1 April 1885. Ia wafat pada 5 Oktober 1926 pada umur 85 tahun di Basilika yang didirikannya. Pada 26 Oktober 1980, Bapa Suci Yohanes Paulus II membeatifikasinya atas jasa besar mempertobatkan umat Pompeii. Ia dikenang setiap 5 Oktober sebagai Rasul Rosario.

Yusti H. Wuarmanuk

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 14 Tanggal 3 April 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*