Artikel Terbaru

Adrianus Meliala: Dari Kompolnas Ke Ombudsman

Adrianus Meliala: Dari Kompolnas Ke Ombudsman
3 (60%) 2 votes

Kecelakaan maut
Pada usia yang masih terbilang muda, Adrianus telah mencapai jenjang tertinggi dalam dunia akademik. Hidupnya pun telah mapan. Karir sebagai pengajar di universitas ternama terus menanjak. Tapi semua itu berubah sejak 7 Maret 2007.

Hari itu, ia bepergian ke Yogyakarta dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia GA-200. Ketika menyentuh landasan pacu Bandara Adisutjipto Yogyakarta, pesawat tergelincir dan terperosok di kebun. Badan pesawat terbakar dan meledak.

Dalam peristiwa yang memakan 22 korban jiwa itu, Adrianus lolos dari maut. Tubuhnya mengalami luka bakar. Jejak-jejak luka di raga masih membekas. Peristiwa itu juga menorehkan tekad mendalam dalam benak Adrianus.

Sejak kecelakaan maut itu, Adrianus mulai melibatkan diri aktif dalam berbagai organisasi sosial. Ia membulatkan tekad mengabdi kepada kepentingan sesama. Melalui keunggulan akademik, ia merangsek masuk ke beberapa lembaga negara. Hingga pada 2012, ia masuk dalam jajaran komisioner Komisi Kepolisian Nasional. Ia dikenal sebagai seorang komisioner yang lugas dan kritis. Pengalaman di Kompolnas membawa Adrianus masuk ke Ombudsman RI. “Ini bukan karena saya punya duit. Jika dihitung-hitung, saya malah rugi,” katanya.

Tapi ia tak pernah meninggalkan kampus yang membesarkannya. Senin, Jumat, dan Sabtu, ia pergi ke kampus. Ia masih mengajar dan membimbing mahasiswa. “Sebenarnya pusing sih harus bolak-balik ke sana ke mari,” ujarnya diiringi tawa. Dalam setiap karya di lembaga apapun, Adria nus tak bisa lepas dari prinsip-prinsip akademik. Ia selalu menerapkan cara-cara akademik dalam menyelesaikan setiap persoalan. “Saya memang orang kampus. Ini cara saya berkontribusi. Saya tidak mungkin masuk partai politik, karena tidak bisa menerapkan prinsip kerja politik,” ujarnya lugas.

Namun ia sadar, posisinya tak jauh dari godaan. “Godaan paling besar adalah duit. Gerak dikit pasti duit.” Bukan Adrianus jika tak bisa menolak godaan itu. Dengan tegas ia menolak segala yang bukan haknya. “Godaan itu hanya saat awal-awal saja. Begitu ditolak dengan tegas, seterusnya pasti tidak ada yang menggoda lagi,” ujarnya.

Ditemani Gereja
Nama Adrianus juga “laris” di kalangan Gereja. Baru saja, ia menyelesaikan perutusan sebagai Wakil Ketua I Dewan Paroki St Thomas Kelapa Dua Depok, Keuskupan Bogor. Kini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (Kerawam KWI). Beberapa organisasi Katolik juga memposisikan dia sebagai penasihat. Meskipun menambah kesibukan, Adrianus melakukan dengan sukacita. “Saya happy kok!

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*