Artikel Terbaru

St Leo II: Paus Penegak Supremasi Takhta St Petrus

St Leo II: Paus Penegak Supremasi Takhta St Petrus
1 (20%) 1 vote

Tahun 677, kala Mgr Theodorus (677-691) menjadi Uskup Agung Ravenna menggantikan Mgr Reparatus (671- 677), independensi Takhta Ravenna atas Takhta Roma hendak diberlakukan lagi karena posisinya yang sangat strategis dan kuat sebagai perwakilan Kaisar Binzantium di wilayah Barat. Menyadari kondisi itu, Mgr Theodorus berambisi memperkuat statusnya dengan menuntut hak istimewa layaknya seorang Patriakh. Ia menginginkan agar Keuskupan Agung Ravenna menjadi Gereja yang bersifat otocephalus. Artinya, Gereja ini berdiri sendiri secara independen, tidak tergantung dan tidak berada di bawah yurisdiksi kekuasaan gerejani dari uskup manapun, meskipun masih bersekutu penuh dengan Gereja lain dalam sebuah sinode bersama.

Mgr Theodorus ingin melepaskan yurisdiksi Uskup Roma, Primat St Petrus dan berdiri sendiri sebagai Primat baru Ravenna. Dengan mengacu pada Primat St Apollinarius, Uskup pertama Ravenna (selanjutnya disebut Takhta Maksimianus) mengambil nama Uskup Agung pertama Ravenna. Dengan tegas, Paus Leo II mengecam dan menolak usaha aksi pembangkangan ini. Karena tidak mendapatkan persetujuan Paus, Mgr Theodorus berusaha mendesak Kaisar Binzantium untuk mengeluarkan dekrit agar Ravenna menjadi Gereja Otocephalus. Namun, usaha ini pun gagal. Kaisar Konstantinus IV Pogonatus justru mendukung supremasi Paus Leo II.

Jalan Damai
Sebagai jalan penyelesaian kasus Ravenna, Paus Leo II menghapuskan upeti wajib dari Uskup Agung Ravenna yang harus dipersembahkan kepada Paus ketika meminta pallium, yang melegitimasikannya sebagai Uskup Agung Metropolit. Uskup Agung Ravenna terpilih wajib menghadap Uskup Roma untuk ditahbiskan dan dianugerahi pallium. Uskup Agung Ravenna wajib tinggal di Roma minimal delapan hari selama proses konsekrasinya.

Paus Leo II mewajibkan Uskup Agung Ravenna untuk menghadapnya di Roma setiap tahun. Atau minimal ia mengirimkan delegatus (utusan) yang mewakilinya memberikan penghormatan sebagai bukti ketaatan kepada Primat St Petrus. Dengan demikian, Paus Leo II meletakkan dasar kuat terhadap kuasa Primat St Petrus sebagai Primus Inter Pares di antara semua uskup dan pemegang predikat Pangeran Para Rasul.

Paus yang dikenal adil dan terpelajar ini wafat pada 3 Juli 683. Jazadnya dimakamkan di Basilika St Petrus. Meskipun hanya bertakhta selama 11 bulan, rakyat Roma menghormatinya sebagai Santo. Paus Penegak Supremasi Takhta St Petrus ini diperingati tiap 28 Juni.

R.B.E. Agung Nugroho

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 13 Tanggal 27 Maret 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*