Artikel Terbaru

Halangan Perkawinan

Halangan Perkawinan
1 (20%) 1 vote

Kelima, juga terdapat halangan apabila dalam rangka menikahi orang tertentu, seseorang telah melakukan pembunuhan terhadap pasangan orang yang bersangkutan atau terhadap pasangannya sendiri (Kan 1090 # 1). Halangan ini terkena pada orang yang bekerjasama secara fisik atau moril untuk melakukan pembunuhan terhadap salah satu dari pasangan itu (Kan 1090 # 2).

Keenam, adalah juga halangan untuk seorang laki-laki menikah dengan anak perempuan atau ibu dari perempuan simpanannya yang diketahui secara umum, atau seorang wanita menikah dengan anak laki-laki atau ayah dari pria simpanannya yang diketahui secara umum (Kan 1093).

Ketujuh, juga adalah halangan untuk menikah jika mereka yang terikat secara sah oleh pertalian hukum yang timbul dari adopsi dalam garis lurus atau garis menyamping tingkat dua (Kan 1094).

Sejak pacaran, saya mengetahui bahwa calon suami saya itu mandul karena kecelakaan. Saya tetap mencintai dan menikahinya melalui proses yang biasa dalam Gereja. Apakah perkawinan saya sah?

Mariana Idayati, Sidoarjo

Kemandulan bukanlah halangan untuk pernikahan yang sah. Dalam pertukaran janji pernikahan, tidak termasuk hak untuk mendapatkan anak. Kesuburan berada di luar kuasa manusia. Jadi, pernikahan Ibu adalah absah. Apalagi, Ibu sendiri sudah mengetahuinya dan menerima keadaan suami Ibu (bdk KHK Kan 1084 # 1).

Kemandulan bisa menjadi halangan bila kemandulan itu secara sengaja disembunyikan dari Ibu. Dengan kata lain, seandainya suami Ibu sudah tahu bahwa dia mandul, tetapi menyembunyikannya dari Ibu secara sengaja, karena takut Ibu tidak mau menikah dengannya, maka di sini bisa dianggap terjadi penipuan. Jika demikian, maka perkawinan itu tidak absah (bdk KHK Kan 1098).

Kemandulan adalah keadaan yang bisa secara serius mempengaruhi bahkan merusak perkawinan. Kemampuan untuk mempunyai anak termasuk kualitas yang diharapkan dari seorang pasangan. Ketidakmampuan mempunyai anak bisa mempengaruhi secara radikal kesepakatan pernikahan. Tetapi, jika hal ini sudah diketahui sejak awal dan diterima, maka tidak ada penipuan. Jika demikian, perkawinan itu tetap sah.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 30 Tanggal 26 Juli 2009

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*