Artikel Terbaru

St Nikodemus: Setia Membela Yesus

St Nikodemus: Setia Membela Yesus
3 (60%) 2 votes

Mengikuti Yesus adalah sebuah proses perjalanan rohani yang cukup panjang. Nikodemus juga mengalaminya. Sebagai orang yang berpengalaman dan bijaksana, ia sudah dapat menyimpulkan bahwa Allah Yang Mahakuasa kini sedang mendatangi umat-Nya.

Awalnya, Nikodemus takut bertemu Yesus, karena kedudukan Nikodemus yang cukup terpandang. Ia memutuskan untuk menemui Yesus secara sembunyi-sembunyi pada malam hari. Setelah bercakap-cakap dengan Yesus, tabir kegelapan dibukakan-Nya dari dinding hati Nikodemus. Nikodemus pun “menemukan” terang hidup dan pulang dengan hati yang diliputi kedamaian.

Dalam Injil Yohanes tercatat, Nikodemus membela Yesus yang sedang diadili di depan pemuka agama (Yohanes 7:50-51). Ketika pemuka agama ingin
menghukum mati Yesus karena mereka menganggap bahwa Yesus melanggar Hukum Taurat, Nikodemus berkata dengan lantang, “Apakah Hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?”

Pembelaan Nikodemus memang tidak bisa membebaskan Yesus dari hukuman mati. Namun, keberaniannya membela Yesus adalah perubahan luar biasa yang dilakukannya.

Keberanian dan kesetiaan Nikodemus tampak juga saat ia dan Yusuf dari Arimatea datang kepada Pilatus, meminta jenazah Yesus untuk dikuburkan. Waktu itu para murid Yesus lari bersembunyi. Nikodemus dan Yusuf mengambil jenazah Yesus, mengafaninya dengan kain lenan, dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. Di dekat Yesus disalibkan, ada suatu taman dan di dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Mereka meletakkan jenazah Yesus di situ.

Kata “Nikodemus” berarti bangsa pemenang. Nama ini sering dipakai orang Yunani dan muncul pula pada tradisi orang Yahudi. Nama Nikodemus kemudian disebut-sebut dalam beberapa tulisan apokrif seperti Injil Nikodemus (Nicodemi Evangelium), sebuah dokumen yang diterbitkan pada abad keenambelas. Berdasarkan tradisi Kristen, Nikodemus dianggap sebagai salah satu martir pada abad pertama. Gereja Katolik Roma dan Orthodoks Timur menghormati Nikodemus sebagai santo. Perayaannya diperingati setiap 3 Agustus.

Ines Susiyanto

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 28 Tanggal 8 Juli 2012

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*