Artikel Terbaru

Lima Tahun Lagi atau Lebih

Lima Tahun Lagi atau Lebih
1 (20%) 1 vote

Ia sadar, selain karena iman, semua itu berkat kemurahan hati dan belas kasih Tuhan. Dia, kata Romo Clemens, membutuhkan imam untuk karya pelayanan. Sementara imam membutuhkan spirit untuk memelihara, merawat, dan menjalankan tugas harian serta panggilan. “Tanpa doa dan Ekaristi, semua tak akan ada hasil,” ujar anak ketujuh dari sepuluh bersaudara ini.

Liburan ke Belgia kali ini akan menjadi yang terakhir bagi putra pasangan Jan Schreurs dan Maria Schreurs. Ia telah mantap mengakhiri ziarah hidup dan panggilan di Indonesia, tanah yang telah ia “garap” lebih dari setengah abad. “Saya akan (dikremasi-Red) di Oasis Lestari,” ujar imam yang telah menjadi Warga Negara Indonesia sejak 1981 ini.

Indonesia, kata mantan Bendahara Keuskupan Agung Makassar itu, umatnya sangat ramah. Ia yakin, di sini umat lebih memperhatikannya. Tapi bukan berarti di tanah kelahirannya ia tak diperhatikan. Di Belgia, keluarga dan kenalannya banyak yang sudah meninggal dunia, termasuk dua kakak susternya. Sementara satu lagi kakak susternya telah uzur.

Pada pengujung perayaan ulang tahun tahbisan, ia mengungkapkan salam perpisahan kepada keluarga, sahabat, dan koleganya. Sesaat suasana haru membungkus umat yang hadir di Gereja St Josef. Ketika hendak kembali ke Indonesia, keluarga mengantar Romo Clemens ke Bandara Brussel. Benar kata orang, setiap perjumpaan, selalu ada perpisahan. “Saya takkan pulang lagi. Tapi masih bisa komunikasi dengan mereka lewat Skype,” terangnya.

Jejak Karya
Saban hari, Romo Clemens memulai aktivitas pukul 05.30. Ia membuka hari baru dengan Ibadat dan Misa pagi bersama konfraternya di Kapela Provinsialat. Usai sarapan pukul 07.00, ia menjalankan karyanya. Dua atau tiga hari dalam sepekan, ia ke Oasis Lestari, di Jatake, Tangerang, Banten. Romo Clemens adalah pendiri PT Danita, pengelola Oasis Lestari.

Sebelum atau sesudah ke tempat itu, Kepala Paroki pertama Kristus Salvator Slipi ini, hampir selalu mampir ke kantor Yayasan Dana Pensiun KWI di Jakarta Barat. Romo Clemens juga pendiri yayasan itu pada 1972. Selain dua jejak itu, masih ada sederet karya mantan Kepala Keuangan KWI ini. Ia merupakan salah satu pendiri Penerbit dan Toko Rohani OBOR serta biro perjalanan dan ziarah PT Raptim Indonesia.

Romo Clemens merayakan 60 tahun tahbisan imamat di Gereja St Josef, Wiemesmeer, Zutendaal. [Repro HIDUP/Yanuari Marwanto]
Romo Clemens merayakan 60 tahun tahbisan imamat di Gereja St Josef, Wiemesmeer, Zutendaal.
[Repro HIDUP/Yanuari Marwanto]

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*