Artikel Terbaru

Pacar Belum Mapan

Pacar Belum Mapan
1 (20%) 1 vote

Dari kisah yang engkau utarakan di atas, rupanya engkau membandingkan antara pacar pertama (A) dan pacar kedua (B) dari sudut kemapanan ekonomis? Saya bisa salah menilai. Namun, jika demikian adanya, engkau sedang mendasari keputusan untuk menikah kelak pada dasar yang sangat rapuh. Apakah ada jaminan bahwa kemapanan ekonomisnya sekarang akan berlangsung terus seumur hidupnya? Jika memang ada jaminan demikian, pertanyaan selanjutnya adalah apakah kemapanan ekonomislah yang menjadi alasan utama engkau memilih dia? Jika demikian, engkau tidak benar-benar mencintainya sebagai pribadi, bukan? Di manakah letak cinta sejati dalam hubungan kalian berdua kelak?

 
Salah satu hal yang paling penting dalam perkawinan dalam bahasa hukum Gereja adalah konsensus. Ini dapat kita artikan dalam bahasa sehari-hari: adanya kasih murni di antara keduanya. Singkat kata, apakah engkau mencintai dia sebagai pribadi atau tidak? Pertanyaan ini harus engkau jawab dengan jujur. Sudah banyak problem rumah tangga terjadi hanya karena orang-orang yang hendak menikah tidak menjawab pertanyaan ini dengan jujur dan dengan gegabah memasuki bahtera rumah tangga.
 
Saudari Tina, saya tidak boleh memberikan jawaban untuk pertanyaanmu. Engkau sendiri yang harus menjawab pertanyaan ini. Melihat usiamu, saya mengandaikan engkau sudah cukup dewasa untuk menjawab pertanyaan yang menentukan hidupmu ini. Berdoalah mohon penerangan pada Allah Roh Kudus, Sang Sumber Cinta, Roh Cinta Bapa dan Putra. Mohonlah kepada-Nya untuk mengajar engkau bagaimana harus mendasari segala hal dalam hidupmu dengan cinta.
 
Pastor Dr Benny Phang Ocarm
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 13 Tanggal 30 Maret 2014

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*