Artikel Terbaru

Pembasuhan Kaki: Tanda Pelayanan

Pembasuhan Kaki: Tanda Pelayanan
1 (20%) 1 vote

Diskresi
Salah satu topik yang didiskusikan di kalangan para kardinal menjelang pemilihan Paus adalah tentang keterlibatan perempuan dalam kehidupan Gereja. Pesan yang terungkap di dalamnya adalah tentang bagai mana Gereja dihidupi sebagai Gereja yang terbuka, melibatkan semua di dalamnya. Dalam perjalanan kemudian Paus Fransiskus mengungkapkan tentang tumbuhnya budaya menyingkirkan dalam dunia ini, pun di dalam Gereja. Ada kelompok karena alasan tertentu disingkirkan, dan bahkan didiskriminasi. Gereja bukan untuk orang sempurna, melainkan bagi semua saja yang mencari Allah. Gereja perlu lebih menunjukkan wajah kerahiman Allah, yang menyatakan kemurahan hati merangkul siapa saja, dan menyelamatkan seluruh umat manusia.

Kasih tidak untuk membedakan, namun menyatukan. Bisa jadi, alasan ini menjadi salah satu latar belakang permintaan Paus, agar ritus pembasuhan kaki melibatkan siapa saja, tua-muda, sehat-sakit, religiusawam, betapapun mereka adalah perempuan. Hal itu memperlihatkan keberagaman serta kesatuan dalam Gereja. Diharapkan keterlibatan seluruh umat beriman dalam liturgi secara aktif, sadar dan berbuah dapat semakin terwujud dengannya. Dalam alasan ini, tidak perlu ada kekhawatiran akan pertanyaan tentang imam wanita, sebagaimana di suarakan beberapa kalangan bahwa keputusan ini merupakan pintu masuk bagi diizinkannya perempuan ditahbiskan sebagai imam.

Dalam dialognya dengan Rabi Yahudi, Abraham Skorka, Bergoglio menunjukkan bahwa imamat dikhususkan bagi laki-laki, tidak untuk menghilangkan peran perempuan dalam Gereja. Dalam beberapa wawancara, Paus Fransiskus mengatakan hal yang sama: pintu tahbisan imam perempuan dalam Gereja Katolik tertutup. Namun yang perlu diingat pula, pembedaan antara sakramen dan simbol. Ritus pembasuhan kaki tidak memiliki pengertian sebagai sakramen. Malah dikatakan, upacara tersebut tidak wajib dilakukan, sesuatu yang optional, seturut pertimbangan pastoral. Dua belas rasul pun lebih memiliki makna simbolik, karena mereka yang dibasuh kaki tidak mewakili, apalagi menghadirkan para rasul, namun dipilih setelah dipersiapkan serta memahami makna peristiwa tersebut. Pribadi yang dipilih menandakan simbol para rasul, yang dibasuh kaki nya oleh Yesus Kristus.

Hal yang diperkenalkan Paus Fransiskus dalam kehidupan menggereja adalah diskresi. Dalam Evangelii Gaudium, dikatakan Gereja yang perlu berdiskresi terus-menerus, agar semakin setia kepada Injil, tidak terjebak pada kebiasaan dan norma yang malahan bisa lebih membebani dan kurang mencerminkan warta Injil. Laudato Si’ pun, betapapun berbicara tentang ekologi, mengajak kita berdiskresi tentang cara bertindak dan sikap terhadap alam ciptaan.

Dekrit tentang pembasuhan kaki memuat hal yang sama: diskresi. Betapapun membuka ruang lebih luas dalam ritus pembasuhan kaki tersebut, akan tetapi tekanan lebih ditempatkan dalam ruang diskresi: imam membuat pertimbangan pastoral atas pilihan akan simbol 12 rasul. Artinya, keputusan ini bukan suatu perintah, namun bahan dan acuan pertimbangan. Para imam bisa melakukannya setelah mempersiapkan serta mempertimbangkannya secara matang dan mendalam, baik secara spiritual, teologis maupun pastoral. Konteks setempat akan sangat berbicara dalam memutuskan praktik pembasuhan kaki dalam liturgi Kamis Putih.

Bagi beberapa kalangan yang sudah lama terbiasa dengan praktik adanya perempuan dalam upacara pembasuhan kaki, dekrit ini merupakan suatu dorongan. Bagi, kalangan lain, dekrit ini diterima dengan kecemasan dan malahan kemarahan. Namun akhirnya, kita diajak untuk bijak menanggapi, sebab diskresi yang diajarkan dengan adanya keputusan tersebut. Hal itu menuntut kesediaan kita melakukan penegasan secara jujur dan terbuka dihadapan Allah, secara bersama sebagai komunitas umat beriman.

T. Krispurwana Cahyadi SJ, Dosen Kristologi-Trinitas, Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 11 Tanggal 13 Maret 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*