Artikel Terbaru

Gereja Menyambut Rasul Perempuan

Gereja Menyambut Rasul Perempuan
1 (20%) 1 vote

Ketika dikonfirmasi HIDUP melalui telepon, Jumat, 4/3, Pastor Kepala Paroki St Antonius Kotabaru, Romo M. Maharsono Probho SJ menjelaskan, prosesi pembasuhan secara spontan dan melibatkan perempuan bukan yang pertama kali baginya. Sebelumnya ia pernah melakukannya ketika bertugas di Kapel Paroki Mahasiswa di Bangkok, Thailand. Pada Kamis Putih tahun 2008, umat yang datang sedikit, umat kebanyakan sedang ikut demo anti pemerintah. “Karena umat sedikit, rasul yang dibasuh adalah ibu-ibu dan anak-anak muda. Tradisi itu kemudian dilakukan sampai tahun 2014 lalu,” katanya.

Pada perayaan Kamis Putih nanti, prosesi pembasuhan kaki secara spontan masih akan tetap dilakukan di Paroki Kotabaru. Romo Maharsono mengaku siap mengikuti arahan Tim Liturgi untuk membasuh kaki para rasul. “Saya siap turun altar menuju tempat duduk para rasul yang sudah disiapkan Tim Liturgi,” katanya.

Pembasuhan kaki “rasul” perempuan juga sudah diadakan di Paroki St Fidelis Sejiram, Keuskupan Sintang, Kalimantan Barat. Beberapa stasi di paroki ini seringkali merayakan Kamis Putih dengan perempuan sebagai rasulnya. Menurut Romo Paskalis Nores CP, hal itu dilakukan karena kekurangan “rasul”. Umat laki-laki kadang menolak karena merasa tidak pantas. Seksi Liturgi pun akhirnya menunjuk perempuan dewasa atau bahkan orang orang muda untuk menjadi rasul. Perempuan yang ditunjuk biasanya memiliki latar belakang sebagai aktivis Gereja, misal Ketua Lingkungan atau aktif dalam kegiatan sosial dan Gereja. “Menjadi rasul lebih kepada bagaimana memaknai pembasuhan kaki itu,” kata Romo Nores.

Persiapan Paroki-Paroki
Mulai tahun ini, paroki-paroki di berbagai keuskupan merespon keputusan Kongregasi Tata Ibadat dan Sakramen di Vatikan dengan mengikutsertakan “rasul” perempuan dalam pembasuhan kaki di upacara Kamis Putih. Di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), paroki yang akan memulai tradisi ini adalah Paroki St Robertus Bellarminus Cililitan. Sejak Januari lalu, Pastor Paroki Cililitan Romo Dedo da Gomez SJ meminta Seksi Liturgi untuk menyiapkan “rasul” perempuan.

Cecilia Mike Ananta Openg, Ketua Seksi Liturgi Paroki Cililitan bersama teman-temannya mengatur jumlah dan tata cara upacara Kamis Putih. Mereka menyiapkan 24 “rasul” perempuan, 12 orang untuk Misa Kamis Putih I, dan sisanya untuk Misa Kamis Putih II.

Secara umum, tata cara pelaksanaan pembasuhan kaki “rasul” perempuan ini sama seperti yang sudah dilaksanakan kepada rasul laki-laki tahun-tahun sebelumnya. Saat upacara, kedua belas “rasul” perempuan akan dibasuh kakinya di altar. “Untuk pakaian yang dikenakan, para “rasul” perempuan ini diminta mengenakan pakaian rapi,” kata Cecilia.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*